"Penjualan tahun 2018 yang ditargetkan sebesar Rp48,7 triliun akan diajukan dalam Rencana Kerja dan Angaran Perusahaan (RKAP) 2018 kepada pemegang saham. Masih dihitung, tapi target tersebut kemungkinan bisa dicapai," tutur Direktur Manajemen Operasional dan Pengembangan Holding Perkebunan Nusantara Erwan Pelawi, dilansir ANTARA, Selasa (14/11) malam.
Menurut dia, sampai Oktober 2017, total penjualan Holding Perkebunan Nusantara sudah mencapai Rp28,19 triliun meningkat 4,89 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp26,88 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Dasuki Amsir mengatakan, pencapaian usaha yang diproyeksikan tumbuh pada tahun ini diperkirakan akan berlanjut di tahun depan.
"Program peningkatan kualitas usaha ditargetkan dapat meningkatkan produksi minyak sawit (CPO) dari sekitar 4 ton per hektare menjadi 6 ton-8 ton per hektare dalam jangka panjang, dengan mengedepankan intensifikasi yang terstruktur dan riset berkesimabungan," katanya.
Perusahaan juga melanjutkan program revitalisasi dan pembangunan pabrik gula baru yang diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi gula dalam jangka menengah dan panjang.
Hingga Oktober 2017, total penjualan Holding Perkebunan Nusantara tercatat mencapai Rp28,19 triliun. Kontribusi komiditi gula mencapai 13 persen atau senilai Rp3,70 triliun.
Sedangkan, komoditi lainnya, yaitu karet, dengan mengkontribusi terhadap penjualan sebesar 13 persen, teh 3 persen, kopi 0,35 persen, tembakau 0,33 persen, kakao 0,17 persen. (bir)