Holding Perkebunan Incar Penjualan Rp48,7 Triliun di 2018

Christine Novita Nababan , CNN Indonesia | Rabu, 15/11/2017 10:29 WIB
Holding Perkebunan Incar Penjualan Rp48,7 Triliun di 2018 Target penjualan sebesar Rp48,7 triliun di 2018 meningkat 31,6 persen dibandingkan target sepanjang tahun ini yang sebesar Rp37 triliun. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Holding Perkebunan Nusantara dibawahi PT Perkebunan Nusantara III (Persero) mengincar penjualan sebesar Rp48,7 triliun pada tahun depan. Target ini naik 31,6 persen dibandingkan target hingga akhir tahun nanti yang sebesar Rp37 triliun.

"Penjualan tahun 2018 yang ditargetkan sebesar Rp48,7 triliun akan diajukan dalam Rencana Kerja dan Angaran Perusahaan (RKAP) 2018 kepada pemegang saham. Masih dihitung, tapi target tersebut kemungkinan bisa dicapai," tutur Direktur Manajemen Operasional dan Pengembangan Holding Perkebunan Nusantara Erwan Pelawi, dilansir ANTARA, Selasa (14/11) malam.

Menurut dia, sampai Oktober 2017, total penjualan Holding Perkebunan Nusantara sudah mencapai Rp28,19 triliun meningkat 4,89 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp26,88 triliun.

Adapun, laba bersih perseroan mencapai Rp921,29 miliar atau melonjak dari periode yang sama tahun lalu yang menderita kerugian sebesar Rp805,59 miliar.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Dasuki Amsir mengatakan, pencapaian usaha yang diproyeksikan tumbuh pada tahun ini diperkirakan akan berlanjut di tahun depan.

Menurut Dasuki, perseroan menargetkan penjualan sawit atau tandan buah segar (TBS) sebesar 9,1 juta ton melonjak dari proyeksi penjualan sawit tahun ini sebesar 8,8 juta ton. Sementara penjualan mintak sawit (CPO) ditargetkan 2,1 juta ton, naik dari sebelumnya 1,8 juta ton.

Namun, pertumbuhan penjualan tersebut tidak akan diikuti dengan ekspansi lahan sawit, melainkan meningkatkan kualitas mutu tanaman sawit, perbaikan pabrik kelapa sawit sesuai dengan rencana dan program.

"Program peningkatan kualitas usaha ditargetkan dapat meningkatkan produksi minyak sawit (CPO) dari sekitar 4 ton per hektare menjadi 6 ton-8 ton per hektare dalam jangka panjang, dengan mengedepankan intensifikasi yang terstruktur dan riset berkesimabungan," katanya.

Perusahaan juga melanjutkan program revitalisasi dan pembangunan pabrik gula baru yang diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi gula dalam jangka menengah dan panjang.

Secara keseluruhan, setidaknya terdapat tujuh pabrik gula yang akan direvitalisasi, yaitu PG Mojo dan PG Rendeng di Jawa Tengah, PG Jatiroto, PG Asembagus dan PG Gempolkrep, di Jawa Timur. Selanjutnya, di Lampung akan merevitalisasi PG Bunga Mayang dan PG Cinta Manis.

Hingga Oktober 2017, total penjualan Holding Perkebunan Nusantara tercatat mencapai Rp28,19 triliun. Kontribusi komiditi gula mencapai 13 persen atau senilai Rp3,70 triliun.

Sementara, kontribusi komoditas kelapa sawit terhadap total penjualan sampai dengan Oktober 2017 mencapai 65 persen atau senilai Rp17,94 triliun.

Sedangkan, komoditi lainnya, yaitu karet, dengan mengkontribusi terhadap penjualan sebesar 13 persen, teh 3 persen, kopi 0,35 persen, tembakau 0,33 persen, kakao 0,17 persen. (bir)