Selain membawahi tiga BUMN tersebut, Inalum juga akan memegang 9,36 persen saham PT Freeport Indonesia yang semula dipegang langsung pemerintah dan bakal langsung mencaplok sisa saham yang akan didivestasi Freeport.
Direktur Utama PTBA Arvian Arifin menuturkan, pembentukan holding BUMN tambang akan memperkuat kemampuan keuangan PTBA, Antam, dan Timah dalam melakukan ekspansi bisnis. Dengan semakin kuatnya kemampuan keuangan, BUMN diharapkan dapat menguasai sumber daya mineral sesuai amanat Undang-Undang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Inalum, saat ini, BUMN pertambangan hanya menguasai 13 persen cadangan bauksit, 20 persen pada bijih nikel, 20 persen pada timah, dan tujuh persen pada batu bara. Total aset masing-masing perusahaan BUMN masih jauh di bawah dua perusahaan pertambangan raksasa swasta, seperti BUMI dan Adaro.
Adapun dengan menguasai sumber batu bara dan mineral, diharapkan Arvian, BUMN pertambangan bisa semakin menggenjot hilirisasi. Hilirasi dianggap akan memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi BUMN tambang.
"Kami tidak bisa terus jual barang mentah yang hilirisasinya dinikmati oleh orang lain. Tapi untuk hilirasi ini, membutuhkan finansial yang kuat," ungkap dia.
"Kalau Antam, Timah, Inalum butuh listrik akan disediakan PTBA, sehingga lebih murah," katanya.
Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo menuturkan, segera setelah holding BUMN tambang efektif, pihaknya bersama dengan Timah dan PTBA bakal melakukan konsolidasi bisnis. Salah satu yang akan dilakukan, yaitu menyerahkan bisnis batu bara maupun bisnis pembangkit listrik yang masih ada di Antam dan Timah ke PTBA.
Namun, dijelaskan Arie, pihaknya kemungkinan tetap akan memiliki porsi saham kecil pada pembangkit listrik tersebut. Hanya saja, pengelolaannya diserahkan sepenuhnya pada PTBA.
Holding BUMN tambang rencananya akan resmi terbentuk setelah Menteri BUMN Rini Soemarno menandatangani akta pembentukannya yang rencananya dilakukan pada hari ini. Sementara itu, holding disebut akan efektif pada 29 November mendatang setelah RUPSLB ketiga BUMN tambang rampung digelar. (bir)