Jokowi Berbahasa Sunda Resmikan Tol Soreang-Pasir Koja

Antara, CNN Indonesia | Senin, 04/12/2017 15:51 WIB
Jokowi Berbahasa Sunda Resmikan Tol Soreang-Pasir Koja Presiden Joko Widodo meresmikan Tol Soreang-Pasir Koja (Tol Soroja) di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Senin (4/12). Ilustrasi. Dok. Jasa Marga
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo meresmikan Tol Soreang-Pasir Koja (Tol Soroja) di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Senin (4/12).

Hal yang menarik perhatian, Jokowi, sapaan akrabnya, melontarkan pantun berbahasa Sunda saat menyampaikan sambutan.

"Ka Soreang Ngagaleuh laja, uihna ka Pasir Koja, geuning ayeuna aya tol Soroja. Dina rasa anu bahagia," kata Presiden saat meresmikan Tol Soroja seperti dikutip dari Antara.


Kalimat itu dapat diterjemahkan sebagai "Ke Soreang membeli lengkuas, pulangnya ke Pasir Koja. Ternyata sekarang ada Tol Soroja. Jadi rasanya bahagia."


Dalam kesempatan itu, Presiden juga sempat mengutip lagu "Bandung Selatan Dilupakan Jangan" karya Ismail Marzuki.

"Bandung Selatan punya potensi besar. Ada hunian, industri, wisata, sarana olahraga terbesar dan pusat pemerintahan," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan Tol Soroja yang sepanjang 10 km dapat memangkas waktu tempuh menuju Soreang dari yang biasanya 1,5 jam menjadi hanya 12 menit.

Jokowi berharap dengan adanya Tol Soroja ini, Bandung Selatan, terutama Kabupaten Bandung, bersiap untuk mengalami percepatan di berbagai bidang.

"Jangan lupa, bersiap juga dengan kartu e-tol karena semua pintu sudah sisten elektronik," katanya.

Presiden menyebut, adanya tol ini akan membuat calon atlit dan penggemar sepak bola akan menghemat biaya untuk menuju ke pusat sarana olahraga Jalak Harupat.

Presiden juga menyebut Tol Soroja ini akan memudahkan wisatawan menuju ke tempat wisata kebun teh di Rancabali, Malabar, Pangalengan.

"Ada Danau indah Situ Patenggang, Cileunci, Cimanggu, Ciwalini, kawah putih. Rumah peninggalan Boscha sampai rumah tempat syuting Pengabdi Setan ada di Bandung Selatan," ujar Presiden.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna menyebutkan, Tol Soroja ini dilakukan studi awal pada 1996 dan awal 2000 diusulkan Pemprov Jawa Barat dijadikan tol.

"Lelang tahun 2015 dan selesai 2017. Tol ini menghubungkan Kabupaten Bandung dengan daerah sekitar, terutama mendukung daerah selatan yang tertinggal dengan sisi utara," katanya.

Herry mengatakan pembangunan Tol Soroja ini merupakan kerja sama pemerintah dan badan usaha, dimana sahamnya 65 persen dimiliki PT CMNP, 25 persen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan 10 persen PT Jasa Sarana.

(lav/bir)