Pada 23 Desember 2002 silam, perseroan mencatatkan sahamnya sebesar Rp575 per saham. Seiring berjalan waktu, perseroan sukses membawa harga tertingginya hingga Rp24.900 per saham, yaitu pada 4 Januari 2011 lalu.
Setelah stock split, pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (14/12), harga saham PTBA menguat 1,33 persen menjadi Rp2.270 per saham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi korporasi perseroan ini sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 29 November 2017 lalu.
Lihat juga:Dua Emiten Baru Resmi Melantai di Bursa Efek |
Kebutuhan pendanaan belanja modal tersebut akan dipenuhi dari rencana perseroan menerbitkan surat utang (obligasi) pada kuartal pertama tahun depan.
"Kalau pun kami harus menerbitkan obligasi, akan dimulai persiapannya awal-awal kuartal pertama, agar bisa finalisasi di semester kedua," terang Arviyan. (antara/bir)