TOP TALKS

Bos Bursa Efek Blak-blakan Soal Tahun Anjing Bumi 2018

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Senin, 08/01/2018 10:17 WIB
Bos Bursa Efek Blak-blakan Soal Tahun Anjing Bumi 2018 CNNIndonesia.com berkesempatan mewawancarai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio untuk membahas kondisi investasi pada tahun depan. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tahun 2017 telah berakhir, seluruh pelaku pasar di bursa saham telah memperoleh banyak pengalaman hingga cuan sepanjang tahun Ayam Api lalu. Investor pun kini mulai meraba peruntungan di tahun 2018.

Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku salah satu otoritas pasar modal mampu mengantarkan situasi yang cukup apik bagi para investor di tahun lalu. Hal ini terbukti dari kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mampu tumbuh positif hingga lebih dari 15 persen sejak awal tahun.

Berbagai kebijakan pun telah dilakukan oleh BEI guna menambah kuantitas dan kualitas investor, perusahaan, dan transaksi di bursa saham sepanjang tahun lalu.


Namun, kewaspadaan muncul pada tahun 2018, dimana hajatan politik melalui pemilihan kepala daerah (pilkada) bakal digelar besar-besaran. Apalagi, tahun Anjing Bumi merupakan 'pemanasan' bagi pemilihan presiden (pilpres) pada 2019.

Lantas, bagaimana otoritas pasar modal memandang kewaspadaan ini?

CNNIndonesia.com berkesempatan untuk mewawancarai Direktur Utama BEI Tito Sulistio pada penghujung tahun lalu. Simak hasil perbincangan kami di ruang kerjanya, yang penuh dengan hiasan tengkorak.


Selama tahun 2017, apa saja kebijakan yang difokuskan?

Yang penting adalah satu strategi di tahun ini. Sebenarnya dimulai sejak tahun kemarin, yaitu bagaimana memperluas distribusi saham dan obligasi. Jadi menaikkan inklusi dan literasi. Yang kedua, pastinya menambah produk untuk menjadi komoditasnya. Yang ketiga adalah memperkuat infrastruktur pertahanan pasar modal itu sendiri.

Satu hal yang menarik dalam dua tahun ini, jumlah investor domestik bisa bertambah, terutama karena bagaimana distribusi kami bangun. Kami membangun lebih dari 325 kantor perwakilan dan galeri di 310 universitas. Ini mempromosikan konsep Yuk Nabung Saham, dan membuat permintaan, literasi, inklusi saham meningkat signifikan.

Maka meskipun pada tahun ini investor asing net sell lebih dari Rp20 triliun, tapi domestik ritel mengambil alih posisi ini, sehingga indeks bisa tetap naik di atas angka 6.000. Itu hasil yang kita rasakan meningkatnya kekuatan ritel domestik, terutama juga karena berhasilnya program pengampunan pajak (tax amnesty).

Bisa dijelaskan soal Yuk Nabung Saham?

Sebenarnya Yuk Nabung Saham jangan dilihat dalam satu kalimat. Itu sebenarnya konsep, seperti Keluarga Berencana. Yang diharapkan dalam Keluarga Berencana adalah hidup sejahtera karena pengeluaran yang teratur dalam keluarga.

Sama seperti itu, Yuk Nabung Saham sebenarnya bukan hanya berbicara, "Eh lu nabung saham donk."

Kami bicara bagaimana mengubah satu saving society menjadi investment society. Sebenarnya bukan hanya memindahkan dana dari perbankan, tapi yang menarik adalah perubahan pola konsumsi.

Saya percaya kalau spending berkurang karena sebagian dana mulai berpindah ke investasi saham. Selain itu, jika orang sudah berinvestasi saham, maka perusahaan pun semakin tertarik untuk go public.


Sebelumnya Anda sering melawat ke bursa saham di luar negeri. Apa saja hasil lawatan itu?

Setahun ini saya cukup banyak keliling. Ada satu perubahan besar di dunia. Bagaimana New York Stock Exchange itu mempunyai empat sampai lima bursa lagi di bawahnya.

Di Amerika ada sekitar 15 stock exchanges. Pendapatan terbesarnya sudah dari produk derivatif karena perdagangan ada 40 market yang melakukan transaksi.

Kemudian, Nasdaq pendapatan terbesarnya sudah dari teknologi. Dia menguasai kawasan Nordic ada 20 stock exchanges. Sementara kalau kita berbicara Eropa, perubahan setelah Brexit di Inggris, dulu ada lima stock exchanges di Euronext. Dan sekarang ada Paris, London khusus Euro, Portugal, Brussel dan Irlandia.

Di Asia adalah, bagaimana kita melihat China mulai 2015. Tadinya pada 30 tahun yang lalu, mereka memperbesar industri riil. Begitu berhasil, mulai 2014-2015 mereka buka sektor keuangannya.

Sehingga pada 2015, dengan dibuka koneksi dengan Hong Kong, mereka melonjak. Sekarang kalau China terus membuka, maka ke depannya bisa memiliki bobot besar di indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Namun perlu diketahui, Indonesia cukup unik. Kita adalah salah satu bursa di dunia yang non-profit, karena sesuai dengan undang-undang. Karena itu lebih banyak dana yang kita kembalikan untuk membangun industri, salah satunya lewat program Yuk Nabung Saham.

IHSG pada tahun 2017 terus mencetak rekor. Apa saja faktornya?

Satu, kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia dan pemerintah masih besar. Kemudian, rating BBB- dari S&P, bagaimanapun dampaknya besar. Kedua, secara produk, pada kuartal III ini hasil kenaikan saham Indonesia secara tahunan menjadi salah satu yang terbaik di Asia.

Imbal hasil saham-saham Indonesia bagus. Maka pada akhirnya tahun ini kita bisa tumbuh 14-15 persen untuk indeks. Hal ini juga membuat investor domestik happy. Maka ini menjadi cara yang paling enak untuk mengajak orang agar berinvestasi, karena membuat untung.


Di tahun 2017 juga, pertama kalinya perusahaan rintisan (startup) mencatatkan sahamnya. Kemudian ada program IDX Incubator, bagaimana prosesnya?

Inkubator prosesnya seperti membesarkan bayi. Bayi begitu baru lahir dimasukkan inkubasi, diberi kehangatan, diberi vitamin, sehingga bisa tumbuh sehat.

Hal yang sama dengan startup, banyak anak-anak muda yang baru mulai bisnis, di rumahnya aja kadang internetnya saja enggak kencang, lagi kerja enggak bisa konsentrasi.

Maka kami menyediakan suatu tempat, dimana internetnya cepat, dia bisa konsentrasi, kami sediakan makan siang. Lalu kami ajari bagaimana bikin program dengan benar, cara membangun perusahaan, bikin projection, lalu kami kenalkan dengan angel investor atau private equity. Program ini baru enam bulan, tapi kami harap dalam setahun ada hasilnya.

Namun masih ada satu hal yang menghambat, misalnya pada saat anak-anak muda membikin program atau aplikasi, main bikin aja. Waktu membikin PT, modalnya mungkin hanya Rp50 juta-Rp100 juta, padahal program yang mereka bikin itu mahal harganya.

Di beberapa negara, program ini bisa dikapitalisasi masuk modal. Nah, di Indonesia kami sedang menunggu nih, Ikatan Akuntan Indonesia sedang menyusun aturan kapitalisasi program ini.

Bos Bursa Efek Blak-blakan Soal Tahun Anjing Bumi 2018(CNN Indonesia/Giras Pasopati).

Sebesar apa Anda melihat potensi startup di pasar modal?

Begini, startup itu kan perusahaan yang baru mulai. Seperti halnya perusahaan tambang. Ada contoh lain, perusahaan tambang yang belum beroperasi, yang di beberapa negara sahamnya bisa dicatatkan. Kalau berhasil harga sahamnya baik, kalau gagal ya turun.

Di pasar modal ini, kalau risikonya tinggi maka hasilnya tinggi. Kalau risikonya rendah, maka untungnya rendah. Maka untuk startup ini memang biasanya risikonya lebih tinggi dari perusahaan lain, tapi biasanya juga memberi hasil yang tinggi.


Rerata nilai perdagangan di bursa sudah mencapai angka Rp7 triliun per hari dengan total kapitalisasi pasar hampir mencapai Rp6.700 triliun pada tahun lalu. Apakah Anda sudah puas dengan hal ini?

Tidak pernah ada kata puas. It's a never ending story. Dunia berkembang, kita berkembang. Besar kecilnya pasar modal memang salah satunya dihitung dari besarnya kapitalisasi pasar.

Kita boleh bangga, nilai kapitalisasi Rp6.700 triliun itu sekitar US$470 miliar. Kayaknya besar. Namun, perlu diingat nilai Google sendiri saja sudah US$800 miliar.

Dan nanti, perusahaan minyak Arab Saudi, yaitu Saudi Aramco yang akan go public itu nilainya bisa US$1 triliun, dua kali nilai bursa kita untuk satu perusahaan saja.

Jadi, it's a never ending story. Dan kita harus ada lebih banyak perusahaan besar yang listed di Indonesia. Salah satunya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pada ahun 2018, berapa target perusahaan yang IPO (initial public offering/penawaran umum saham perdana)?

Target tahun depan kami tetap minimal 35 perusahaan. Strateginya adalah collect yang sudah kita approach. Salah satunya adalah 52 perusahaan luar negeri yang aset dan pendapatannya dari Indonesia.

Kami sedang mencoba BUMN, katanya ada sembilan sampai 10 perusahaan. Tapi yang sudah masuk antrian dan mini expose pun ada sekitar 100 perusahaan. Saya percaya tahun depan bisa tercapai di atas 35 perusahaan bisa IPO.


Apa sebenarnya yang membuat beberapa perusahaan IPO mengulur waktu?

Proses. Rata-rata proses. Karena harus melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga. Selain proses, juga terkait penetapan dan tawar menawar harga saham enggak gampang.

Go public cuma dua kok syaratnya. Pertama, legal and administration clean. Kedua, mimpi lima tahun ke depan alias proyeksi. Nah, itu yang mungkin sulit dilakukan.

Apa pendapat Anda soal IPO Freeport Indonesia?

Begini intinya, kan katanya prioritasnya adalah pemerintah, BUMN, swasta atau IPO. Buat saya, IPO itu bukan pihak. IPO itu cara. Berikan juga donk kesempatan untuk rakyat Indonesia untuk menikmati hasil dari Freeport. Rakyat ini di atas pemerintah loh.

Yang kedua, dengan IPO, ada transparansi. Orang selalu bertanya, benar enggak sih Freeport Indonesia ini salah satu yang terbesar di dunia? Makanya IPO. Ini kan medium.

Misalkan juga, takut dengan IPO, nanti dibeli investor asing. Kalau perlu kami bikin aturan IPO untuk hanya dibeli publik dalam negeri selama setahun. Bisa saja.

Saya kalau boleh usul, belikan saham Freeport Indonesia ke pihak yang eligible. Saya punya empat pihak yang eligible, yaitu berikan ke dana pensiun polisi dan tentara atau Asabri, berikan kepada BPJS, kemudian Taspen, dan terakhir Bank Papua.


Tahun 2018-2019 adalah tahun politik. Apa efeknya ke pasar modal?

Begini, historically, tidak pernah politik mempengaruhi bursa saham. Business as usual, ini sejarahnya. Namun, tahun depan ada 171 pilkada pada saat yang bersamaan. Dan perkiraannya ada penarikan dana sampai Rp40 triliun sampai Rp50 triliun.

Dan ini dana dari perbankan karena tax amnesty sudah selesai. Tapi ingat, karena pilkada bulan Juni, maka uang mulai keluar sejak Februari. Pada saat akhir Maret, ada juga kewajiban pembayaran pajak atau penarikan dari bank juga. Nah ini total bisa sampai di atas Rp200 triliun. Kita belum punya pengalaman dengan meomentum ini.

Tolong perhatikan, jika ada uang ditarik secara besar, biasanya dipecah melalui deposito dan saham. Ini hal yang jika tidak berhati-hati dalam manajemen, bisa berbahaya. Otoritas keuangan harus mewaspadai ini. Bayangkan, at the same time loh!

Untuk bursa sendiri, pada tahun 2018 kebijakan apa saja yang disiapkan?

Ada beberapa hal yang diinisiasi dengan OJK juga. Salah satunya bagaimana bisa membuat Anggota Bursa di daerah. Kemudian, kebijakan untuk IPO dimana ada program agar investor ritel bisa menjadi prioritas.

Tapi selain itu, kami harapkan perusahaan pendanaan efek bisa berjalan pada tahun depan. Kalau ini semua sesuai rencana, saya yakin nilai transaksi bisa naik sampai Rp1,5 triliun per hari.


Masa jabatan Anda berakhir pada tahun 2018. Apakah berencana mencalonkan lagi?

Saya tunggu perintah saja. Karena meskipun bursa efek ini merupakan suatu PT, tetapi semua decision ada di OJK, karena kita non-profit. Yang dilakukan oleh shareholder hanya melantik.

Kalau diminta terus ya terus, kalau setop ya setop. Yang penting saya sudah menyiapkan semuanya untuk tahun berikutnya.

Jika Anda terpilih lagi, apa yang akan dilakukan? Dan apa cita-cita Anda di Bursa Efek Indonesia?

Prinsipnya sejak awal saya sudah punya plan hingga tahun 2020. Ada empat hal utama. Pertama, menambah emiten berkualitas. Kedua memperkuat broker dan produknya. Ketiga memperluas distribusi termasuk menambah investor. Keempat adalah memperkuat pertahanan pasar modal.

Cita-cita besar saya di BEI yaitu ada satu perusahaan yang bisa masuk dalam daftar Fortune 500. (gir/bir)