Minim Aksi Beli, Waspadai Penurunan IHSG ke Level 6.100

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Senin, 08/01/2018 07:50 WIB
Minim Aksi Beli, Waspadai Penurunan IHSG ke Level 6.100 IHSG diproyeksi merosot ke level 6.000-6.100 karena minimnya aksi beli, seiring dengan masih berjalannya aksi ambil untung oleh pelaku pasar. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi ambil untung atau profit taking masih akan mewarnai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini.

Analis Recapital Asset Management Kiswoyo Adi Joe menuturkan, hal ini akan membuat IHSG terkoreksi sebelum kembali kokoh di teritori positifnya. Namun begitu, ia menyebut bahwa kondisi ini sebagai koreksi sehat.

"Jadi, koreksi dulu, karena IHSG sudah terlalu tinggi. IHSG akan turun dulu baru naik lagi," tutur Kiswoyo kepada CNNIndonesia.com, Senin (8/1).


Laju IHSG yang dinilai terlalu mahal akan membuat transaksi beli pelaku pasar menipis pekan ini. Tak main-main, Kiswoyo menduga, IHSG berpeluang merosot hingga ke level 6.000 hingga 6.100.

"Setelah itu, tren kenaikan terbuka sampai ke level 6.500," terang dia.

Namun demikian, hal ini memerlukan dorongan kuat dari berbagai sentimen positif untuk mengangkat kembali IHSG. Menurut Kiswoyo, saat ini, pelaku pasar tengah menanti laporan keuangan emiten tahun lalu.

"Tapi, itu juga masih lama. Mungkin paling cepat akhir Januari 2018, terakhir Maret 2018," jelasnya.

Di sisi lain, Analis KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko berpendapat, koreksi yang terjadi pada IHSG bisa dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan akumulasi beli.

"Kesempatan akumulasi bisa di saham big capitalization (big cap) dan lapis kedua," papar Yuganur dalam risetnya.

Untuk saham big cap, ia merekomendasikan, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Sementara, untuk saham lapis kedua, diantaranya PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Adapun, sepanjang pekan lalu IHSG turun tipis 0,03 persen ke level 6.353. Namun, nilai kapitalisasi pasar tetap menguat 0,11 persen menjadi Rp7.060 triliun.

Sementara, mayoritas indeks di bursa saham Wall Street menguat akhir pekan lalu. Dow Jones naik 0,88 persen, S&P500 meningkat 0,7 persen, dan Nasdaq Composite menanjak 0,83 persen. (bir)