Jaga Daya Beli, Harga BBM dan Listrik Tak Naik awal 2018

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 27/12/2017 12:06 WIB
Jaga Daya Beli, Harga BBM dan Listrik Tak Naik awal 2018 Pemerintah memutuskan untuk menahan harga BBM jenis RON 88 (premium) dan solar penugasan, serta tarif listrik untuk periode 1 Januari 2018 hingga 31 Maret 2018. (Ilustrasi/CNN Indonesia/Safyra Primadhyta).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah memutuskan untuk menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) RON 88 (premium), dan solar penugasan, serta tarif listrik untuk periode 1 Januari 2018 hingga 31 Maret 2018.

"Jadi, (harga BBM dan tarif listrik) sama dengan periode tiga bulan terakhir tahun ini," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan di kantornya, Rabu (27/12).

Jonan mengungkapkan keputusan tak menaikkan harga BBM itu diambil untuk menjaga daya beli masyarakat.

Sebagai catatan, harga premium di luar wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) saat ini dijual dengan harga Rp 6.450 per liter dan harga solar subsidi Rp 5.150 per liter. Sedangkan harga premium di wilayah Jamali ditetapkan oleh Pertamina sesuai ketentuan pemerintah.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik mengungkapkan, pihaknya masih menghitung dampak keputusan tersebut terhadap kondisi keuangan perseroan di tengah tren kenaikan harga minyak mentah.

Sepanjang tahun ini, lanjut Elia, harga minyak dunia sudah ada di kisaran US$50 per barel atau lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang ada di level US$38 per barel. Namun, ia meyakinkan kondisi kas keuangan perseroan masih sanggup untuk menjalankan instruksi pemerintah tersebut.

"Bahkan, per September 2017 saja kami masih laba US$1,9 miliar atau hampir US$2 miliar," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan berbagai upaya efisiensi seperti dalam material dengan menggunakan teknologi dan investasi serta perubahan model bisnis.

Senada dengan Elia, Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basyir juga menyatakan bakal melakukan upaya efisiensi internal perusahaan. Misalnya, dalam hal operasional dan kontrak kerja.

Selain itu, Sofyan juga meyakinkan bahwa meskipun tarif listrik tidak naik di tengah tren kenaikan harga batubara dunia, kondisi keuangan perusahaan masih aman. Pasalnya, perseroan bakal menerima pembayaran piutang lebih dari Rp10 triliun pada tahun ini.

"Kas kami mencukupi," tegas Sofyan.

Adapun, tarif listrik bagi pelanggan Tegangan Rendah (TR) saat ini ditetapkan sebesar Rp 1.467,28 per kilo Watt hour (kWh) kecuali untuk golongan 900 VA Rumah Tangga Mampu (RTM) TR yaitu Rp 1.352 per kWh. Kemudian, tarif listrik Tegangan Menengah (TM) Rp 1.114,74 per kWh, Tegangan Tinggi (TT) Rp 996,74 per kWh, dan tarif listrik di Layanan Khusus Rp 1.644,52 per kWh. (lav/bir)