Dalam hal ini, perusahaan akan menggunakan jalan tol akses Tanjung Priok sebagai aset yang akan disekuritisasi.
Direktur Utama Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra menjelaskan, sekuritisasi ini bakal dilakukan paling lambat semester I tahun depan agar proses konstruksi bisa segera dirampungkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan yang sahamnya dimiliki 100 persen oleh pemerintah ini membutuhkan ekuitas sebesar Rp7,5 triliun untuk membangun ruas tol Pekanbaru-Dumai. Pasalnya, total dana yang dibutuhkan dalam proyek tersebut sekitar Rp16 triliun.
"Jadi sekuritisasi aset itu belum cukup, kami masih harus cari lagi Rp3 triliun," terang Putra.
"Kami utamakan operasional tol akses Tanjung Priok dulu, Januari itu baru akan beroperasi," tutur Anis.
Kemudian, kekurangan dana untuk menutup kebutuhan ekuitas sebesar Rp3 triliun sendiri akan dipenuhi secara bertahap. Namun, manajemen belum dapat memastikan asal sumber dana tersebut.
"Belum, kan belum selesai tahun depan juga, kami pendanaan bertahap dan dana yang ada kami gunakan sambil mencari," pungkas dia. (lav)