Darmin Berhasrat Perusahaan 'Go Public' Bertambah 50 di 2018

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Minggu, 31/12/2017 10:37 WIB
Darmin Berhasrat Perusahaan 'Go Public' Bertambah 50 di 2018 Menko Darmin berharap, 50 perusahaan menjadi emiten pasar modal di 2018. Jumlah ini lebih besar dari target BEI yang hanya sebanyak 35 emiten. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengharapkan jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di 2018 bertambah sebanyak 50 emiten.

"Diharapkan emiten tahun depan lebih dari tahun ini, ya 50 itu bagus," tutur Darmin, Jumat (29/12).

Menurutnya, bila perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) bertambah, maka semakin banyak pula yang menikmati keuntungan dari pasar modal. Apalagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukan keperkasaannya hingga akhir tahun ini.


"Kalau semakin banyak yang IPO, maka banyak investor yang menikmati," kata Darmin.

Ia mengapresiasi, pencapaian BEI dalam menjaring perusahaan untuk IPO tahun ini hingga melebihi target, yakni 37 emiten baru dari target 35 emiten.

"Artinya, salah satu indikator penting dalam perkembangan pasar modal bukan hanya IHSG, tapi juga jumlah yg IPO," ungkapnya.

Mendengar harapan Darmin, Direktur Utama BEI Tito Sulistio tidak mengubah target emiten baru IPO tahun depan. Manajemen BEI memang telah menetapkan target emiten baru tahun depan sama seperti tahun sebelumnya, yakni 35 emiten.

"Ya kalau begitu alhamdulillah, bantuin dong (50 emiten)," ucapnya secara singkat.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan Samsul Hidaya mengungkapkan, BEI akan kedatangan empat emiten baru pada awal tahun 2018.

Empat emiten yang dimaksud, yakni perusahaan bidang energi PT Sky Energy Indonesia, perusahaan jasa konstruksi telekomunikasi PT LCK Global Kedaton, produsen batubara PT Borneo Olah Sarana Sukses, dan perbankan PT BTPN Syariah.

"Mereka menggunakan buku laporan keuangan September, dan akan mencatatkan (saham di papan bursa) pada tahun 2018," tutur Samsul beberapa waktu lalu.

Samsul memproyeksi, raihan dana segar yang diraih empat perusahaan tersebut sekitar Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun. Namun, masing-masing perusahaan sebenarnya belum menetapkan harga saham secara spesifik. (bir)