Startup Fintech Bakal Melantai di Bursa Tahun ini

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Kamis, 11/01/2018 16:22 WIB
Startup Fintech Bakal Melantai di Bursa Tahun ini Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku ada satu startup sektor finansial di bawah binaan inkubator perseroan yang berpotensi menawarkan saham perdana pada 2018. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku ada satu perusahaan rintisan (startup) di bawah binaan inkubator perseroan yang berpotensi melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public offering/IPO) tahun ini.

Kepala Divisi Pengembangan Investor BEI, Irmawati Amran menjelaskan, startup tersebut bergerak dalam bisnis teknologi informasi (financial technology/fintech) jenis investasi dan perdagangan (investment dan trading).

Perusahaan ini disebut telah sesuai dengan kriteria perusahaan startup untuk IPO dengan memiliki aktiva berwujud bersih (Net Tangible Assets) sebesar Rp5 miliar.

"Jadi potensi ada, tapi saat ini kami persiapkan perusahaan itu dalam hal Good Corporate Governance (GCG)," kata Irmawati, Kamis (11/1).

Irmawati menyatakan, GCG atau tata kelola perusahaan startup tercermin dari struktur organisasi. Umumnya startup hanya terdiri dari tiga karyawan, yakni direktur utama, direktur teknologi, dan satu orang yang mengurus desain program.

"Nah untuk IPO mereka ini juga GCG, maksudnya harus ada direktur independen dan sekretaris perusahaan misalnya," terang Irmawati.

Maka dari itu, bagian inkubator BEI juga mempersiapkan mental dari direktur utama startup ini untuk mulai berpikir memiliki perusahaan sungguhan yang menggaji banyak karyawan.

Kendati masih ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, tetapi Irmawati mengaku sudah mempertemukan startup tersebut dengan perusahaan sekuritas yang tertarik untuk menjadi penjamin emisi efek (underwriter).

"Direktur utamanya (perusahaan sekuritas) sudah mau, sudah bilang iya kalau mereka mau bikin persiapan GCG supaya bisa go public," jelas dia.

Di sisi lain, lajut Irmawati, pihaknya juga terus mencari investor untuk mengembangkan startup binaan BEI untuk mengembangkan program perusahaan dan melangkah ke lantai Bursa.

Menurutnya, investor ini terdiri dua jenis, yakni angle investor atau investor perorangan dan venture capital atau perusahaan modal ventura. Sementara, penggalangan dana di pasar modal dengan IPO juga merupakan jalan keluar (exit) bagi perusahaan modal ventura.

"Kan sebenarnya perusahaan modal ventura juga beli saham," tutup Irmawati. (lav/lav)