AP II Tawarkan Proyek Bandara Kualanamu ke Eropa dan China

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Kamis, 11/01/2018 20:24 WIB
AP II Tawarkan Proyek Bandara Kualanamu ke Eropa dan China PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan roadshow ke beberapa investor mancanegara untuk memenuhi kebutuhan dana proyek perluasan Bandara Kualanamu. (Dok. Angkasa Pura II).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Angkasa Pura II (Persero) atau APII sudah melakukan roadshow ke beberapa investor mancanegara untuk memenuhi kebutuhan dana proyek perluasan Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis APII Daan Achmad menjelaskan, beberapa negara yang telah disambanginya ialah Eropa dan China. Ia mengklaim beberapa investor dari berbagai negara tertarik untuk mendanai proyek tersebut.

"Jadi roadshow, sudah ada catatannya beberapa. Sekarang sedang dikerjakan dengan lead consultant kami Danareksa, sekarang lagi memilih technical advisor," ujar Daan, Kamis (11/1).

Daan menambahkan, proyek perluasan Bandara Kualanamu akan dilakukan dengan dua tahap dengan nilai total investasi sekitar Rp20 triliun. Namun, dana yang dibutuhkan untuk tahap pertama sebesar Rp7 triliun.


Sementara, ia menargetkan pembangunan perluasan Bandara Kualanamu mulai dilakukan tahun ini. Saat ini konsultan keuangan yang ditunjuk perusahaan tengah melakukan kajian struktur pendanaan yang bakal ditujukan bagi investor.

"Hal yang jelas kami tidak menjual aset negara ya, kami justru akan memberikan nilai tambah untuk pengembangan trefik," papar Daan.

Perluasan pembangunan di Bandara Kualanamu dilakukan karena jumlah penumpang di bandara tersebut telah menembus kapasitas dalam satu tahunnya. Daan merinci, kapasitas di Bandara Kualanamu hanya sembilan juta penumpang per tahun, tetapi saat ini jumlah penumpang mencapai 10 juta per tahun.

"Makanya kami harus mencari mitra strategis untuk mengelolanya secara bersama-sama," imbuh dia.

Namun begitu, ia tak memiliki target kenaikan penumpang secara spesifik. Ia berharap ada kenaikan trefik signifikan di Bandara Kualanamu karena terletak di lokasi yang strategis sebagai tujuan dari berbagai negara.

"Dari mulai Istanbul sudah membangun grand airport, Mumbai sudah bangun airport bagus. Nah lurusnya Medan," jelas Daan. (lav/lav)