Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis APII Daan Achmad menjelaskan, beberapa negara yang telah disambanginya ialah Eropa dan China. Ia mengklaim beberapa investor dari berbagai negara tertarik untuk mendanai proyek tersebut.
"Jadi roadshow, sudah ada catatannya beberapa. Sekarang sedang dikerjakan dengan lead consultant kami Danareksa, sekarang lagi memilih technical advisor," ujar Daan, Kamis (11/1).
Daan menambahkan, proyek perluasan Bandara Kualanamu akan dilakukan dengan dua tahap dengan nilai total investasi sekitar Rp20 triliun. Namun, dana yang dibutuhkan untuk tahap pertama sebesar Rp7 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal yang jelas kami tidak menjual aset negara ya, kami justru akan memberikan nilai tambah untuk pengembangan trefik," papar Daan.
"Makanya kami harus mencari mitra strategis untuk mengelolanya secara bersama-sama," imbuh dia.
Lihat juga:AP II Genjot Pembayaran Nontunai di Bandara |
Namun begitu, ia tak memiliki target kenaikan penumpang secara spesifik. Ia berharap ada kenaikan trefik signifikan di Bandara Kualanamu karena terletak di lokasi yang strategis sebagai tujuan dari berbagai negara.
"Dari mulai Istanbul sudah membangun grand airport, Mumbai sudah bangun airport bagus. Nah lurusnya Medan," jelas Daan. (lav)