Selasar BEI Roboh, Sri Mulyani Harap Nyali Investor Tak Ciut

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Senin, 15/01/2018 18:41 WIB
Selasar BEI Roboh, Sri Mulyani Harap Nyali Investor Tak Ciut Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap, robohnya selasar gedung BEI tak memengaruhi tingkat kepercayaan investor yang bertransaksi di gedung itu. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap, insiden robohnya selasar gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) siang tadi tak memengaruhi tingkat kepercayaan investor yang melakukan transaksi perdagangan di gedung tersebut.

Informasi yang dikantongi Sri Mulyani menyebutkan bahwa transaksi perdagangan saham di BEI berjalan normal dan tidak terganggu.

"Kami berharap, ini tidak memengaruhi confidence (tingkat kepercayaan) atau yang lain-lain. Kami harapkan, ini pure accident (murni kecelakaan). Tetapi, selebihnya menunggu dari penyelidikan," ujarnya di kantornya, Senin (15/1).


Bersamaan dengan itu, Ani, sapaan akrabnya, berharap seluruh orang yang menjadi korban luka dari insiden tersebut dapat ditangani dan mendapatkan bantuan medis.

"Kami tetap memonitor berapa jumlah korban luka. Semoga tidak ada korban jiwa. Untuk yang mengalami luka tentu akan dilakukan langkah-langkah untuk bisa menerima bantuan pengobatan," katanya.

Sebab, selain menjadi pusat perdagangan saham di Indonesia, gedung BEI turut menjadi titik perkantoran bagi sejumlah perwakilan lembaga. Misalnya, Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) hingga perwakilan dari Bank Dunia.

"Ini merupakan sesuatu yang sangat disayangkan. Apalagi, di dalam sebuah gedung yang kita anggap sangat vital, karena memfasilitasi kegiatan perdagangan saham," tuturnya.

Siang tadi, selasar gedung BEI ambruk dengan korban luka mencapai 15 orang. Diduga, ambruknya selasar BEI lantaran ada kunjungan ratusan mahasiswa dari Universitas Bina Darma Palembang. (bir)