Selain itu, Jokowi menginginkan agar Anggaran Pendaptan dan Belanja Negara (APBN) digunakan untuk kepentingan masyarakat.
“BUMN, BUMD, perbankan pusat dan daerah agar mencari model-model pembiayaan alternatif, pembiayaan kreatif terutama untuk infrastruktur. Jangan monoton terus, masih banyak model yang bisa kita pakai,” ujarnya, Kamis (18/1) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BUMN juga diharapkan mendapatkan pendanaan melalui Limited Concession Scheme (LCS) dalam waktu dekat. Sekadar informasi, di dalam skema LCS, nantinya investor swasta bisa mengelola aset BUMN dalam jangku waktu tertentu.
“Dan Limited Concession Scheme ini akan kami coba. Selain itu, di daerah, kami ingin agar gubernur bisa menerbitkan obigasi daerah demi membangun infrastruktur produktif,” jelas Jokowi.
Belakangan, IHSG bahkan kembali mencetak rekor di level 6.472. “BUMN perlu masuk lebih banyak ke pasar modal, karena pasar modal sedang bagus-bagusnya,” pungkas dia.
Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Indonesia membutuhkan anggaran infrastruktur sebesar Rp4.769 triliun selama lima tahun pada periode 2014 hingga 2019. Hanya saja, APBN cuma mampu menopang 41,3 persen atau Rp1.951,3 triliun dari jumlah angka tersebut. (bir)