Jokowi Sebut Lartas Impor Cuma 'Akal-akalan' Spekulan

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 31/01/2018 17:12 WIB
Jokowi Sebut Lartas Impor Cuma 'Akal-akalan' Spekulan Presiden Joko Widodo mengaku sudah mengetahui bahwa produk impor yang masuk kategori larangan dan pembatasan (lartas) selama ini hanya menjadi mainan spekulan. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengaku sudah mengetahui bahwa produk impor yang masuk kategori larangan dan pembatasan (lartas) selama ini hanya menjadi mainan spekulan. Menurutnya, hal itu sudah terlalu dibiarkan, sehingga bisa membahayakan suplai bahan baku produksi nasional.

Selama ini, produsen dalam negeri terus mengeluhkan keterbatasan bahan baku dari luar negeri yang tidak bisa dipenuhi akibat lartas. Akibatnya, mereka memproduksi produk dalam jumlah terbatas.

"Dipikir saya enggak tahu itu buat apa? Permainannya apa? Kenapa spekulan ada itu karena tidak bisa mengatur manajemen," ujar Jokowi dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2018 di Istana Negara, Rabu (31/1).

Dalam kesempatan tersebut, ia menginstruksikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk menghapus kategori lartas yang tidak perlu dalam produk impor. Menurutnya, sekitar 2200 produk impor dalam kategori lartas yang ada saat ini terlalu banyak dan perlu ditekan.


"Saya kadang diam saja tapi kalau masih belum (dihapus) ya kebangetan. Nanti tahu sendiri," Jokowi menegaskan.

Di sisi lain, ia menginginkan setiap jajaran di direktorat jenderal, khususnya Kementerian Perdagangan, mengetahui setiap titik mata rantai bahan baku, mulai dari produsen, distributor, hingga setiap pasar. Data itu harus selalu diperbarui tiap menit, jam, dan hari.

Pembaruan data diperlukan sehingga bisa mengetahui pasokan bahan baku di setiap daerah. Jokowi menyatakan, ia tidak mau satu daerah memiliki pasokan berlimpah, sementara di daerah lain sama sekali tidak memilikinya.

Nantinya, hal itu mengakibatkan satu harga barang di daerah menjadi lebih tinggi dan inflasi meningkat.

"Perangkat kementerian perdagangan besar sekali. Kalau data yang saya sampaikan tadi tidak ada, kebangetan. Ini dilihat terus. Kalau tidak diatur tidak ada stabilisasi harga, enak spekulan seperti itu. Spekulan senang," tuturnya.

Selain menteri perdagangan, dalam acara tersebut turut hadir pula Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, serta Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (lav/lav)