Kemendag Revisi Target Pertumbuhan Ekspor jadi 11 Persen

SAH, CNN Indonesia | Sabtu, 03/02/2018 16:10 WIB
Kemendag Revisi Target Pertumbuhan Ekspor jadi 11 Persen Kementerian Perdagangan merevisi target pertumbuhan ekspor tahun ini jadi 11 persen. Sebelumnya, Kemendag memproyeksi ekspor tumbuh 5-7 persen. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) merevisi target pertumbuhan ekspor tahun ini menjadi 11 persen. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, tadinya target ekspor tahun ini cuma 5 persen-7 persen.

Optimisme pertumbuhan ekspor tak terlepas dari pencapaian tahun lalu yang sukses tumbuh 16,2 persen. Padahal, Kemendag mematok target pertumbuhan ekspor tahun lalu cuma di kisaran 5,6 persen.

“Kami yakin, pertumbuhan ekspor 11 persen. Sebenarnya, saya ingin di atas 13 persen,” ujarnya dalam pidato penutupan Rapat Koordinasi Kemendag di Jakarta, Jumat (2/2) kemarin.



Optimisme lainnya, sambung Enggar, mengingat pertumbuhan ekonomi dunia saat ini menunjukkan perbaikan. Apalagi, Kemendag memulai imbal dagang atawa counter trade untuk mencapai target tersebut.

Dalam menerapkan imbal dagang, Kemendag akan melibatkan pihak berkepentingan dengan membentuk tim yang terdiri dari para pengusaha.

Faktor lain, Kemendag juga akan merampungkan beberapa perjanjian dagang di tahun ini. Di antaranya, perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-EU CEPA), Indonesia-Australia CEPA, dan perjanjian perdagangan bebas dengan asosiasi perdagangan bebas Eropa (European Free Trade Area/EFTA).

“Perjanjian-perjanjian tersebut baru bisa dirasakan dampaknya di 2019,” tegas Enggar.


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan nilai ekspor RI yang kalah dari Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Padahal, Thailand cuma berpenduduk 68 juta orang. Namun, kemampuannya mencapai US$231 miliar.

Sementara, RI yang berpenduduk 257,9 juta jiwa hanya membukukan nilai ekspor US$145 miliar. Bahkan, RI juga kalah jauh dibandingkan dengan Malaysia yang mencatat nilai ekspor hingga US$184 miliar dan Vietnam yang US$160 miliar.

“Kalau kita terus begini, Indonesia bisa kalah dengan Kamboja dan Laos. Ini ada yang keliru. Ini harus diubah. Ini tanggung jawab saudara sekalian,” pungkasnya. (bir)