Ketua Umum Serikat Pekerja PLN Jumadis Abda menilai, komponen harga batubara yang saat ini tengah mengalami lonjakan dikhawatirkan akan membuat tarif listrik naik dan menambah beban rakyat. Saat harga listrik naik, serapan listrik masyarakat juga diperkirakan akan turun, sehingga bisa memuat PLN ikut merugi karena tetap terbenani dengan banyaknya pembangkit yang harus tetap dibayar.
"Bukan hanya masyarakat yang rugi, PLN juga rugi karena sekarang ini pembangkit sudah surplus, sementara pemakaian masyarakat turun. Jadi masyarakat rugi, PLN juga rugi kala tarif listrik naik," ujar Jumadis, seperti dikutip dari Antara, Rabu (7/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:'Ramuan' Baru Penyesuaian Tarif Listrik |
"Kami minta tarif turun. BPP bisa turun dengan cara menurunkan biaya energi primernya, yaitu batubara dan gas alam," katanya.
"Tarif listrik tidak perlu naik kalau BPP dikelola," ujarnya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM tengah menggodok aturan penyesuaian tarif listik berdasarkan harga batubara yang belakangan melonjak tinggi. Dengan dimasukkan batubara sebagai komponen penyesuaian tarif listrik, maka tarif listrik akan mengikuti fluktuasi harga batubara. (antara)