Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menjelaskan, aksi beli ini dilakukan untuk memanfaatkan pelemahan IHSG yang terjadi sepanjang pekan lalu. Pasalnya, indeks anjlok sebesar 1,86 persen pada pekan lalu.
"Aksi beli ini masih dapat berlanjut sehingga kenaikan ini dapat bertahan," kata Reza dalam risetnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diperkirakan IHSG akan berada di kisaran support 6.503-6.514 dan resistance 6.536-6.548," terang Reza.
"Keadaan IHSG yang sideways membuat pelaku pasar wait and see," ucap Yuganur dalam risetnya.
Lihat juga:Saham Astra Mendaki Usai Gaet Gojek |
Ia menyarankan, pelaku pasar melakukan aksi beli ketika harga turun pada saham emiten berkapitalisasi besar (big capitalization/big cap) dan lapis kedua (secod liner).
Sekadar informasi, IHSG naik tipis 0,2 persen pada perdagangan kemarin ke level 6.523. Namun, nilai tukar rupiah masih terkoreksi sebesar 0,08 persen menjadi Rp13.639 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sementara itu, kabar baik datang dari bursa saham Wall Street tadi malam, di mana tiga indeks utamanya naik lebih dari satu persen. Lebih rinci, Dow Jones menguat 1,7 persen, S&P500 menguat 1,39 persen, dan Nasdaq Composite menguat 1,56 persen. (agi)