Bandara Baru akan Serap Tenaga Kerja Warga Kulon Progo

RZR, CNN Indonesia | Minggu, 25/02/2018 00:18 WIB
Bandara Baru akan Serap Tenaga Kerja Warga Kulon Progo Bupati Kulon Progo, Yogyakarta, Hasto Wardoyo di sela-sela Rakernas III PDIP di Bali, Sabtu (24/2).(Foto: CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Denpasar, CNN Indonesia -- Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), di Kecamatan Temon, Yogyakarta, akan meningkatkan taraf perekonomian di wilayah tersebut. Salah satunya dengan penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal Kulon Progo yang diharapkan bisa menekan angka kemiskinan.

Hasto mencatat kebutuhan sumber daya manusia (SDM) PT Angkasapura I selaku pengelola bandara tersebut mencapai angka 3000 orang. Para tenaga kerja itu mulai aktif bekerja saat bandara itu resmi dibuka pada April tahun depan.

"Karena mereka (Angkasapura I) butuh tenaga kerja minimal 3000 karyawan baru yang diserap setelah bandara mulai operasional," kata Hasto di arena Rakernas PDIP, Prime Plaza Hotel, Sanur, Bali (24/2).

Hasto mengatakan pemerintah kabupaten Kulon Progo telah mendata penduduk lokal yang berkeinginan untuk mengisi berbagai posisi pekerjaan yang tersedia di bandara tersebut. Ia merinci terdapat 72 posisi beserta jenis pelatihan kerja yang dibuka bagi masyarakat Kulon Progo agar terserap bekerja di NYIA.


"Kami sudah memberikan kuesioner kemudian dia mau kerja apa dan dia mau dilatih apa. Yang kemudian sudah diisi, ada training A, B , C dan kami ada 72 training dan posisi sesuai keinginan mereka. Agar nanti bisa diserap bandara," kata Hasto menambahkan.

Hasto mengatakan lebih lanjut, dalam waktu dekat akan disiapkan angkatan pertama pelatihan calon pramugari bagi masyarakat Kulon Progo yang telah terdaftar. Angkatan pertama pelatihan calon pramugari itu akan resmi dibuka pada Juni 2018 yang menyerap tenaga kerja sejumlah 26 orang warga Kulon Progo.

"Sehingga orang Kulon Progo yang kakinya mletek-mletek sekarang bisa jadi bagus, artinya bisa dilatih jadi pramugari," ujar Hasto.

Presiden Joko Widodo memulai proses pembangunan bandara internasional Yogyakarta yang tertunda sejak enam hingga tujuh tahun lalu. Nantinya, bandara yang terletak di daerah Kulon Progo tersebut akan menggantikan peran bandara Adisutjipto yang menjadi basis penerbangan TNI Angkatan Udara (AU).

"Saya sampaikan segera dimulai bersama-sama. Setiap pekerjaan, setiap keputusan pasti ada risikonya. Kalau tidak diputuskan yang tadi, tidak akan selesai sampai kapan pun," ujar Jokowi di Dusun Jangkaran, Kulon Progo, Jumat (27/1).

Salah satu faktor dimulainya pembangunan proyek ini adalah minimnya daya tampung Adisutjipto. Meski hanya berkapasitas 1,6 juta penumpang per tahun, namun pada kenyataannya bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) dilewati 7,2 juta orang.
(ded)