Menkeu: Pengalaman jadi Modal Perry Maju sebagai Gubernur BI

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Selasa, 27/02/2018 13:26 WIB
Menkeu: Pengalaman jadi Modal Perry Maju sebagai Gubernur BI Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pengalaman menjadi modal utama Perry Warjiyo dalam mengemban tugas sebagai Gubernur BI kelak. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pengalaman menjadi modal utama Perry Warjiyo dalam mengemban tugas sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) kelak. Apalagi, saat ini Perry menjabat sebagai Deputi Gubernur BI dan sudah berlangsung selama satu periode, serta sempat menjadi direktur eksekutif International Monetary Fund (IMF).

Pengalaman yang baik itu, Sri Mulyani melanutkan, dibutuhkan untuk menyikapi kondisi ekonomi global yang gampang berubah-ubah. "Jadi, pengalaman itu menjadi kesempatan (bagi Perry) untuk menyiapkan peranan Gubernur BI yang dibutuhkan," tutur dia, Selasa (27/2).

Ia menilai, Perry juga mampu menjaga hubungan baik dengan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Bahkan, Perry disebut selalu mengikuti rangkaian rapat KSSK yang digelar.



"Tentu, hubungan baik ini akan bisa diteruskan. Di dalam mengelola ekonomi dan situasi yang makin dinamis, maka hubungan institusi antara OJK, Kemenkeu, dan LPS bisa makin erat. Ini akan terus dijaga," katanya.

Sementara itu, Gubernur BI Agus Martowardojo belum mau mengomentari ihwal penunjukkan Perry sebagai Gubernur BI pilihan Jokowi. "Karena belum resmi diumumkan, saya tak mau komentar," jelas dia.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa pilihannya terhadap Perry Warjiyo sebagai calon Gubernur Bank Indonesia menggantikan Agus Martowardojo sudah tepat. Perry dinilai cakap memimpin bank sentral Indonesia ini.

"Saya kira penguasaan Pak Perry Warjiyo sudah tidak perlu diragukan," ujar Jokowi di Cikarang, Selasa (27/2).

Perry menjadi satu-satunya nama yang diajukan Jokowi kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beberapa waktu lalu. Nama itu diajukan setelah melalui sejumlah masukan dan proses pertimbangan.


Saat ini, Perry menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak 15 April 2013. Ia bukan wajah baru di sana. Kariernya dimulai sejak menjadi staf desk penyelamatan kredit, urusan pemeriksaan dan pengawasan kredit pada 1992-1995. Kemudian menjadi staf Gubernur Bank Indonesia.

Perry juga sempat menjabat Kepala Biro Gubernur, Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebangsentralan, serta Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial. Selain itu, ia juga pernah menjadi dosen pascasarjana bidang Ekonomi Moneter dan Ekonomi Keuangan Internasional di Universitas Indonesia serta mengajar di sejumlah universitas.

Jokowi mengatakan, hal-hal itu yang mendasarinya memilih Perry sebagai calon tunggal Gubernur BI. "Dari pengalaman, rekam jejak, prestasi, penguasaan lapangan, beliau deputi paling senior, saya kira sudah mengerti mengenai moneter, inflasi, dan kebijakan di BI," tuturnya. (bir)