Inklusi Keuangan jadi Target Darmin Rangkul Perry Warjiyo

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 28/02/2018 15:19 WIB
Inklusi Keuangan jadi Target Darmin Rangkul Perry Warjiyo Menteri Darmin Nasution menyebutkan, inklusi keuangan jadi target kerja sama antara kementeriannya dengan gubernur pilihan Presiden Joko Widodo itu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku sudah berkomunikasi dengan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Dalam komunikasi awal tersebut, Darmin menyebutkan bahwa inklusi keuangan jadi target kerja sama antara kementeriannya dengan gubernur pilihan Presiden Joko Widodo itu.

Upaya itu sekaligus demi memenuhi target inklusi keuangan sebesar 75 persen pada 2019 mendatang sesuai Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016. Adapun, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 63 persen dari populasi di akhir tahun lalu.

"Saya kemarin sudah ngobrol dengan dia (Perry). Kami pertama-tama akan kerja sama di keuangan inklusif dan e-commerce, karena selama ini dia sendiri ada pemikiran dan ikut mengembangkan (dua hal tersebut)," tutur dia, di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (28/2).



Darmin juga percaya diri, komunikasi antara pemerintah dengan bank sentral akan semakin baik dengan ditunjuknya Perry kelak. Apalagi, Darmin sendiri memiliki pengalaman bekerja sama dengan Perry kala ia menjabat sebagai Gubernur BI ke-14 yang menjabat dari 2010 hingga 2013 silam.

"Pak Perry adalah ahli moneter kami dan sekaligus pernah jadi akuntan. Saya mengalami sekian tahun dengan dia. Jadi, kalau kualifikasi sebagai ahli moneter, saya tidak ada keraguan soal itu," tegasnya.

Kendati nama Perry naik daun setelah dipercaya Jokowi menjadi calon tunggal Gubernur BI, belum ada kepastian Perry akan menduduki kursi nomor satu di bank sentral nasional. Ia masih harus mendapatkan persetujuan dari DPR.


Juru Bicara Presiden Johan Budi menjelaskan, Jokowi telah menyeleksi sosok Perry setelah menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk mengamati rekam jejaknya. "Dalam setiap apapun, Presiden selalu minta masukan untuk track record (rekam jejak) calon, dan informasi yang berkaitan dengan posisi yang sedang dijabat," papar dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menyodorkan nama Perry Warjiyo kepada DPR sebagai Gubernur BI periode 2018-2023 menggantikan Agus Martowardojo. Jokowi beralasan, pengusaan bidang moneter dan rekam jejak yang mumpuni menjadikan Perry sebagai pilihan tunggal Jokowi.

"Dari pengalaman, rekam jejak, prestasi, penguasaan lapangan, beliau deputi paling senior. Saya kira, sudah mengerti mengenai moneter, inflasi, dan kebijakan di BI," tutur Jokowi.


Perry memang bukan wajah baru di BI. Kariernya dimulai sejak menjabat sebagai staf desk penyelamatan kredit, urusan pemeriksaan dan pengawasan kredit pada 1992 hingga 1995 dan menjadi staf Gubernur BI. Terakhir, ia menduduki jabatan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak 15 April 2013 silam. (bir)


BACA JUGA