Indef Usul Gubernur BI Baru Tidak Berlatar Belakang Perbankan

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Kamis, 22/02/2018 18:40 WIB
Indef Usul Gubernur BI Baru Tidak Berlatar Belakang Perbankan Indef usul pemimpin Bank Indonesia (BI) tidak berlatar belakang perbankan. Toh, mikroprudensial telah beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menyebut, kemampuan moneter calon gubernur Bank Indonesia (BI) harus teruji. Bahkan, ia menilai, sebaiknya pemimpin bank sentral berikutnya bukan dari pihak berlatar belakang perbankan.

Toh, urusan mikroprudensial telah beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "BI ini teknis sekali di sektor moneter. Jadi, kemampuan moneter calon gubernurnya harus teruji. Tidak sekadar orang ekonomi yang mengambil kuliah moneter," ujarnya, mengutip Antara, Kamis (22/2).


Kapabilitas dan pengetahuan mengenai moneter tersebut, ia melanjutkan, penting agar mampu menentukan model pengendalian dan memiliki ekspektasi yang tidak liar.
Hal tersebut juga akan membantu terwujudnya stabilitas serta tidak banyak multitafsir terkait kebijakan yang diambil.


"Perjalanan karier dan juga rekam jejak yang sifatnya konkret menjadi penting karena itu akan menjadi referensi dunia usaha," terang Enny.


Masa kepimpinan Gubernur BI Agus Martowardojo akan berakhir pada 15 Mei 2018. Presiden Joko Widodo dijadwalkan mengirim nama calon gubernur BI untuk uji kelayakan dan kepatutan pada pekan ketiga Februari 2018.

Sebelumnya, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofyan Wanandi memunculkan empat nama calon Gubernur BI, yaitu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, mantan Menteri Keuangan Chatib Basri, dan Agus Martowardojo, termasuk Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo. (Antara/bir)