Tahir saat ini, menempati posisi kelima orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes dengan total kekayaaan mencapai US$3,5 miliar atau sekitar Rp47 triliun.
Kehadiran Jokowi dan Tahir disambut Pendiri pondok pesantren Ma'ruf Amin dan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang paling penting kalau dapat modal penggunaannya untuk usaha. Jangan dapat sejuta, Rp500 ribu beli pakaian biar cantik. Semua untuk usaha," kata Jokowi di Serang, Banten, Rabu (14/3).
Mantan Wali Kota Solo ini menuturkan, nasabah tersebut nantinya dapat meminjam lagi lebih besar jika usahanya berkembang.
"Kalau sudah kembali bisa ditingkatkan lagi ke Rp2 juta dan Rp3 juta. Kalau warungnya satu bisa dua di kecamatan atau kelurahan lain. Itu paling penting," tuturnya.
Bank Wakaf menjadi salah satu prioritas Jokowi dalam meningkatkan inklusi keuangan. Masyarakat, khususnya pelaku Usaha Kecil dan Mikro (UKM) akan mudah mendapat permodalan.
Bank ini dapat menyalurkan pembiayaan mulai dari Rp1 juta dan marjin bagi hasil dua persen setiap tahun. Sementara, modal dana untuk pembiayaan tersebut masih berasal dari donasi atau sumbangan donatur.
Ketua OJK Wimboh Santoso sebelumnya menyebut, pihaknya akan mendorong orang-orang kaya di Indonesia untuk menjadi donatur bank wakaf. Bank ini, menurut dia, memiliki fokus pemberdayaan masyarakat melalui pembiayaan dan pendampingan usaha, tetapi tak diperkenankan mengambil simpanan masyarakat.
Pendirian Bank Wakaf Mikro di pesantren bertujuan agar para santri belajar mengelola perbankan. Dengan demikian, ekonomi umat dapat berjalan dengan baik, jika Bank wakaf mikro tumbuh besar.
Hingga awal Maret 2018, OJK mengeluarkan izin kepada 20 Bank Wakaf Mikro sebagai proyek percontohan dengan pembiayaan kepada 2.784 nasabah dan Rp2,45 miliar. (agi)