Dorong Infrastruktur, Tujuh BUMN Manfaatkan Limbah B3

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Jumat, 16/03/2018 00:49 WIB
Dorong Infrastruktur, Tujuh BUMN Manfaatkan Limbah B3 Tujuh Badan Usaha Milik Negara melakukan kerja sama dalam pemanfaatan gypsum, fly ash dan bottom ash dan produk semen untuk mendorong pembangunan infrastruktur. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Jakarta, CNN Indonesia -- Tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan kerja sama dalam pemanfaatan gypsum, Fly ash, dan Bottom Ash (FABA) yang merupakan produk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), serta produk semen. Hal itu dilakukan untuk mendorong pembangunan proyek-proyek infrastruktur lebih efektif dan efisien.

Kerja sama ini dituangkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara ketujuh perusahaan pelat merah.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan, dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah menyebutkan kerja sama pemanfaatan gypsum dan FABA dilakukan antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT PLN (Persero) sebagai penghasil FABA dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan Semen Baturaja (Persero) Tbk.


"FABA ini dikenal sebagai limbah B3 yang dihasilkan dari konsumsi batu bara. FABA juga bisa menggantikan sepertiga bagian dari semen Portland dengan peningkatan kualitas dan ketahanan," papar Edwin, Kamis (15/3).

Selanjutnya, kerja sama juga dilakukan antara Semen Indonesia dan Semen Baturaja dengan PT Patra Jasa. Edwin menyebut, kerja sama ketiga pihak ini berkaitan dengan pemanfaatan produk semen.

"Kerja sama ini sekaligus termasuk imbal balik pemanfaatan jasa hospitality oleh Patra Jasa," jelas Edwin.

Selain itu, Semen Indonesia dan Semen Baturaja juga bekerja sama dalam hal pengembangan industri semen. Ditambah, lanjut Edwin, PT Semen Indonesia Logistik (SILOG) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) juga bakal membentuk joint operational and services terkait bidang logistik.

"Diharapkan implementasinya segera ditindaklanjuti dalam bentuk kontrak-kontrak yang lebih konkret," tandas Edwin.

Dia berharap perusahaan milik negara mampu mendukung program pemerintah guna mempercepat laju pertumbuhan infrastruktur nasional. (lav/bir)