Bulog: 159 Ribu Ton Beras Impor Masuk Akhir Maret Ini

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 15:41 WIB
Bulog: 159 Ribu Ton Beras Impor Masuk Akhir Maret Ini Bulog memastikan sebanyak 159 ribu ton beras impor akan masuk ke Indonesia sampai akhir bulan ini. Secara total, impor beras Januari-Maret mencapai 420 ribu ton. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) memastikan sebanyak 159 ribu ton beras impor akan masuk ke Indonesia sampai akhir bulan ini.

Itu berarti jumlah impor beras yang masuk dari awal tahun hingga bulan ini mencapai 420 ribu ton dari izin yang diberikan sebanyak 500 ribu ton.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan perusahaan telah mengimpor beras sebanyak 261 ribu ton sampai akhir Februari lalu, dari total kuota yang diberikan 281 ribu ton.


Namun, karena waktu yang mepet, alhasil sekitar 20 ribu ton baru bisa diimpor setelah mengantongi restu dari Kemendag.


Hanya saja, dengan izin Kemendag yang berakhir pada penghujung bulan ini, akhirnya Bulog memutuskan untuk tak hanya mengimpor sisa 20 ribu ton saja, namun juga menambah impor dari batas kuota yang telah diberikan Kemendag.

"Jadi, sampai Maret itu ada 420 ribu ton (beras impor yang masuk). Berarti, 80 ribu ton (sisa dari total 500 ribu ton), itu sampai batas akhir waktu (dari Kemendag)," ujarnya di kantornya, Selasa (20/3).

Menurut dia, impor tersebut akan berasal dari Vietnam, Thailand, dan India. Adapun, batas waktu yang ditetapkan Kemendag untuk perpanjangan batas impor hingga memenuhi kuota 500 ribu ton, yaitu sampai Juni 2018.


Sementara, sampai hari ini, jumlah ketersediaan beras di gudang Bulog sebanyak 600 ribu ton. Namun, sekitar 400 ribu ton di antaranya sudah mulai digelontorkan secara bertahap untuk intervensi harga dan pasokan beras di pasar melalui kegiatan operasi pasar.

Sayangnya, ia enggan merinci berapa jumlah beras yang digelontorkan dalam sekali operasi pasar dan seperti apa jadwal operasi pasar itu. "Kami gelontorkan setiap hari ke pasar," imbuh Djarot.

Beras yang digelontorkan ke pasar terdiri dari beras kualitas rendah, medium, hingga premium dengan harga jual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp9.450-10.250 per kilogram (kg). (bir)