Agustus, Bantuan Pangan Nontunai Capai 10 Juta Keluarga

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 16:12 WIB
Agustus, Bantuan Pangan Nontunai Capai 10 Juta Keluarga Kementerian Sosial menjamin program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) bisa sesuai target, yaitu 10 juta kepala keluarga, pada Agustus nanti. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Sosial menjamin program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) bisa menjangkau seluruh target penerima manfaat sebesar 10 juta Kepala Keluarga (KK) pada Agustus nanti. Artinya, BPNT baru bisa efektif sepenuhnya delapan bulan setelah program ini diluncurkan Januari lalu.

Direktur Jenderal Fakir Miskin Kementerian Sosial Andi Dulung mengatakan pelaksanaan BPNT yang bertahap disebabkan karena kesiapan infrastruktur setiap daerah berbeda-beda. Adapun, persiapan yang dibutuhkan meliputi pengecer yang bisa menerima BPNT (e-warong) serta kesiapan perbankan dalam mendistribusikan kartu BPNT tersebut.

"Target pada agustus nanti kami harap sudah bisa 10 juta bergantung perkembangan terus menerus. Sekarang, kami akan hati-hati betul di lapangan. Kalau sudah siap semua baru kami akan ubah penyaluran dari bantuan sosial beras untuk rakyat sejahtera (bansos rastra) menjadi BPNT," ujarnya, Selasa (20/3).



Ia mengklaim sejauh ini pelaksanaan BPNT dianggap sudah memuaskan. Dari target penerima BPNT sebesar 1,2 juta KK di awal tahun, pemerintah menyebut 86 persennya telah menerima bantuan pangan. Adapun, tambahan 2,6 juta KK bisa dilakukan pada April mendatang.

Namun demikian, tambahan 2,6 juta KK bulan depan masih menunggu keputusan dari Presiden dan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). "Tapi sesuai kajian, harusnya bisa April. Tapi bergantung Bu Menko PMK dan Presiden," terang dia.

Makanya, tambahan 2,6 juta KK ini akan menyasar 24 wilayah yang sudah punya infrastruktur keuangan yang mumpuni dan sudah memiiki e-warong yang bisa melayani 250 keluarga penerima manfaat.

Di samping itu, Kemensos perlu memastikan bahwa edukasi masyarakat mengenai BPNT ini sudah optimal. Sebab, masih ada penerima yang mengira bahwa BPNT adalah bantuan tunai langsung.

Berkaca dari pelaksanaan BPNT selama tiga bulan terakhir, pemerintah banyak menemukan masyarakat yang ingin menabungkan dana BPNT lalu diambil sebulan kemudian. Padahal sejatinya, dana tersebut harus digunakan untuk membeli bahan pangan.

"Tentu, kami pun perlu memastikan bahwa perbankan harus memasukkan dananya ke rekening penerima manfaat tepat waktu, yakni tanggal 25 setiap bulannya. Jika tdak, nanti rekening tersebut bisa menjadi objek pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," imbuh dia.


Program BPNT tercantum di dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2017. Berdasarkan kick off peraturan tersebut, pemerintah hanya akan memberikan BPNT bagi dua kebutuhan pokok, yakni beras dan telur ayam. Ini menggantikan ketentuan sebelumnya di mana pemerintah memberikan bantuan beras, minyak goreng, gula, dan telur ayam kepada masyarakat miskin.

Bantuan sosial ini akan masuk ke dalam pagu anggaran Kemensos yang dipatok Rp41,29 triliun pada APBN 2018 atau melejit signifikan dari APBNP 2017 sebesar Rp17,31 triliun.

Jumlah penerima hingga akhir tahun diperkirakan bisa mencapai 10 juta KK atau lebih kecil dari penerima bantuan pangan tahun sebelumnya, yakni 15,5 juta KK. Sehingga, 5,5 juta KK sisanya masih akan menerima bantuan dalam bentuk bansos rastra. (bir)