Pemerintah Akan Perluas Penggunaan Biodiesel ke Kereta Api

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 21/03/2018 06:05 WIB
Pemerintah Akan Perluas Penggunaan Biodiesel ke Kereta Api Kementerian ESDM berencana memperluas penggunaan biodiesel untuk kereta api dan sektor tambang demi meningkatkan penyerapannya tahun ini. (Ilustrasi/Reuters/Beawiharta).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memperluas penggunaan biodiesel untuk kereta api dan sektor pertambangan demi meningkatkan penyerapan biodiesel tahun ini.

Sebelumnya, penggunaan mandatori pencampuran biodiesel baru diberlakukan untuk pencampuran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana menuturkan rencananya kereta api bisa mencampur bahan bakar solar dengan kadar biodiesel 5 persen (B5).



Sementara itu, kendaraan operasional sektor pertambangan diharapkan bisa melakukan campuran 10 persen biodiesel (B10).

"Kami akan kejar penggunaan biodiesel 3,5 juta kiloliter (kl) per tahun, makanya saya melaporkan perluasannya ke kereta api dan alat berat di sektor tambang. KAI mampunya B5 karena mesin mereka baru mampu segitu. Sementara, sektor tambang kami akan lihat mereka bisa mencapur biodiesel berapa persen sambil menunggu implementasi B20," terang Rida ditemui di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Selasa (20/3).

Ia melanjutkan KAI bisa menggunakan biodiesel subsidi (Public Service Oriented/PSO). Namun, sektor pertambangan mungkin tidak menggunakan biodiesel non-PSO. Karena penggunaannya makin meluas, maka nanti pencampuran biodiesel tak dilakukan oleh PT Pertamina (Persero).

Rencananya, nanti KAI dan perusahaan tambang bisa mencampur sendiri bahan bakarnya dengan biodiesel, di mana pemerintah akan membuat standar tersendiri mengenai pencampurannya.

"Jadi, nanti akan ada satu kadar Bahan Bakar Nabati (BBN) saja yang dipakai, kadar pencampurannya berapa persen ke semua industri," paparnya.


Dengan perluasan ini, ia berharap konsumsi biodiesel bisa meningkat 400 ribu kl di tahun ini. 90 persen angka itu diharapkan bisa disumbang dari sektor tambang karena kewajibannya mencampur biodiesel 10 persen. Sementara sisanya disumbang oleh kereta api. Transportasi memiliki kontribusi lebih kecil lantaran pencampurannya hanya 5 persen.

"Selama ini, alokasinya untuk BBM Solar dan pembangkit listrik 2,9 juta kl, dengan tambahan ini diharapkan bisa menembus 3,3 juta kl," pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015 tentang pemanfaatan biodiesel. Menurut beleid itu, pencampuran biodiesel sebesar 30 persen (B30) diharapkan bisa diaplikasikan ke rumah tangga, UMKM dan transportasi PSO, transportasi non-PSO, industri, serta pembangkit listrik. (bir)