Sebelumnya, pemerintah mengalokasikan subsidi sebesar Rp46,87 triliun tahun ini. Dana digelontorkan untuk menambal selisih biaya penggunaan 6,45 juta metrik ton (MT) LPG melon dan 16,23 juta kilo liter (kl) Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan minyak tanah.
"Prediksi kami, dengan melihat pertumbuhan kebutuhan elpiji yang rata-rata di atas lima persen (per tahun), kebutuhan elpiji (tiga kg) tahun 2018 ini bisa 6,7 juta MT," ujar Direktur Pertamina Muchamad Iskandar saat menghadiri Rapat dengan Panitia Kerja (Panja) Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Rabu (14/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, realisasi volume LPG melon juga melampaui pagunya sebesar 1,7 persen di atas pagu menjadi 6,305 juta MT.
"Kuota (volume LPG melon) dipagu di APBN ini sangat sensitif. Bagaimana menjaga supaya over kuota ini bisa dipenuhi aspek legalitasnya," ujarnya.
Namun, Iskandar menyerahkan kepada pemerintah terkait perubahan pagu volume LPG melon dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2018.
"APBNP 2018 kan wewenang pemerintah yang penting kami sudah memberitahu," ujarnya. (lav/bir)