Indonesia Punya Cadangan Batu Bara 26,2 Miliar Ton

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 21/03/2018 19:41 WIB
Indonesia Punya Cadangan Batu Bara 26,2 Miliar Ton Kementerian ESDM mencatat cadangan batu bara Indonesia 26,2 miliar ton. Dengan asumsi tak ada cadangan baru, cadangan batu bara mencukupi hingga 56 tahun. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat saat ini cadangan batu bara Indonesia mencapai 26,2 miliar ton. Dengan produksi batu bara tahun lalu sebesar 461 juta ton dan asumsi tidak ada cadangan baru, maka umur cadangan batu bara di Indonesia masih 56 tahun.

"Selain cadangan batu bara, masih ada juga sumber daya batu bara yang tercatat sebesar 124,6 miliar ton. Untuk itu, pemerintah terus mendorong upaya eksplorasi dalam rangka meningkatkan cadangan batu bara tersebut," tutur Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi‎, dikutip Rabu (21/3).

Kalimantan, lanjut Agung, tercatat sebagai wilayah yang menyimpan cadangan batu bara terbesar, yaitu 14,9 miliar ton, disusul oleh Sumatera (11,2 miliar), dan Sulawesi (0,12 juta).



Di wilayah Kalimantan, cadangan terbesar berada di wilayah Kalimantan Timur sebesar 7,5 miliar ton, Kalimantan Selatan sebesar 4,2 miliar ton dan Kalimantan Tengah 2,1 miliar ton. Sementara, Sumatra Selatan menjadi daerah yang memiliki cadangan terbesar di wilayah Sumatra dengan cadangan 8,9 miliar ton. Disusul Jambi sebanyak 1,1 miliar ton.

Pada 2017, produksi batu bara nasional mencapai 461 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 97 juta ton dimanfaatkan untuk kepentingan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO).

Tren pemanfaatan batu bara untuk DMO terus meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat, pada 2013, pemanfaatan batu bara untuk DMO hanya 72 juta ton, 2014 76 ton, 2015 86 juta ton, 2016 91 juta ton.


Rata-rata pemanfaatan DMO terbesar diperuntukkan untuk kelistrikan, yakni 83 persen dan selebihnya untuk industri semen, pupuk, tekstil pulp, metalurgi, briket dan lainnya sebesar 17 persen.

Selain pemanfaatan dalam negeri, batu bara juga diekspor dalam rangka kontribusi terhadap penerimaan negara. Beberapa negara tujuan ekspor, antara lain China (51 juta ton), India (46 juta ton) dan Jepang (22 juta ton) disamping 25 negara lainnya.

Selanjutnya, ekspor batu bara diupayakan terus menurun bertahap seiring dengan naiknya pemanfaatan batu bara di dalam negeri, terutama sebagai energi primer untuk pembangkit tenaga listrik. (bir)