Penguatan IHSG Berlanjut Masih Ditopang Data Inflasi

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Selasa, 03/04/2018 08:02 WIB
Penguatan IHSG Berlanjut Masih Ditopang Data Inflasi IHSG diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa (3/4), dipengaruhi oleh data inflasi Maret 2018 yang dinilai terkendali. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa (3/4), dipengaruhi oleh data inflasi Maret 2018 yang dinilai terkendali.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menjelaskan bahwa tingkat inflasi Maret akan menjadi sentimen positif pada perdagangan IHSG hari ini.

"Inflasi selama bulan lalu disebabkan oleh kelompok bahan makanan dan transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Peningkatan aktivitas pada kelompok tersebut memberikan sentimen positif di pasar," papar Reza melalui risetnya, dikutip Selasa (3/4).


BPS sebelumnya mencatat inflasi pada Maret 2018 sebesar 0,2 persen secara bulanan. Tingkat inflasi tersebut masih lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mengalami deflasi 0,02 persen.


Meski diprediksi kembali menguat, Reza meminta pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap aksi ambil untung (profit taking) yang akan menahan potensi penguatan IHSG.

"Diperkirakan IHSG berada dikisaran support 6.218-6.228 dan resistance 6.262-6.276," kata Reza.

Senada, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya meramalkan IHSG menguat karena kondisi fundamental ekonomi dalam negeri masih cukup baik. Hal itu bisa terlihat dari data inflasi Maret 2018 yang dinilai masih terkendali.

"IHSG saat ini terlihat akan bergerak dalam rentang konsolidasi wajar dengan peluang rentang konsolidasi akan bergeser naik," papar William dalam risetnya.


Menurutnya, IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.081 dan resistance 6.305. William merekomendasikan pelaku pasar untuk melakukan transaksi beli pada saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Pada perdagangan kemarin, Senin (2/4), IHSG ditutup menguat 0,83 persen ke level 6.240. Meski naik, pelaku pasar asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp149,64 miliar. (agi/agi)