BEI Gandeng Bekraf Buka Akses Permodalan bagi Startup

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Selasa, 03/04/2018 10:40 WIB
BEI Gandeng Bekraf Buka Akses Permodalan bagi <i>Startup</i> BEI dan Bekraf bekerja sama mengembangkan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia. Kerja sama dimaksudkan untuk membuka akses permodalan. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama untuk mengembangkan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia. Kerja sama keduanya dimaksudkan untuk membuka akses permodalan baru bagi startup yang mengikuti pelatihan di inkubator BEI.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio menyebut saat ini akses permodalan masih menjadi kendala utama bagi startup untuk berkembang. "Bekraf lembaga negara, BEI non lembaga negara. Jadi, ada keberpihakan (untuk startup)," ujarnya, Selasa (3/4).

Ia juga menjelaskan BEI merupakan tempat yang tepat bagi startup untuk mencari pendanaan karena investor pasar modal saat ini mulai diramaikan oleh anak muda. Sehingga, perusahaan startup secara tidak langsung akan semakin menarik investor dalam negeri untuk berinvestasi.



"Saya percaya saat-saat perusahaan startup menguasai kapitalisasi pasar akan datang, saat ini, perusahaan startup sedang dalam proses edukasi dan akuntansi," terang dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bekraf Triawan Munaf memaparkan pihaknya akan membantu program inkubator BEI dalam menyediakan pengajar dan mentor. Selain itu, pemerintah juga akan membuka akses permodalan dan pengembangan bisnis.


"Peserta inkubator BEI juga bisa mengikuti program Bekraf," imbuh Triawan.

Nantinya, bentuk kerja sama keduanya akan lebih dipertegas untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama, yakni membuat startup lebih maju tahun ini. Hanya saja, beberapa startup yang berada di bawah Bekraf bisa mengikuti pelatihan di inkubator BEI.

"Bursa ini bukan tempat elit, yang tidak bisa dijangkau. Mereka bisa," tegas Triawan. (bir)