Startup Inkubator BEI Targetkan Raup Dana IPO Rp200 Miliar

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Selasa, 03/04/2018 19:55 WIB
Startup Inkubator BEI Targetkan Raup Dana IPO Rp200 Miliar Salah satu perusahaan rintisan (startup) di bawah binaan inkubator Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menjual saham dengan target raihan dana Rp200 miliar. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu perusahaan rintisan (startup) di bawah binaan inkubator Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menjual saham di pasar modal dengan target raihan dana mencapai Rp100 miliar-Rp200 miliar.

Kepala Divisi Pengembangan Investor Bursa Efek Indonesia (BEI) Irmawati Amran mengatakan startup yang akan melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) itu bergerak dalam bidang Internet of Things (IoT) yang sudah beroperasi sekitar tiga tahun.

"Penjamin emisi efek (underwriter) sudah ada, sekarang sedang mencari profesi penunjangnya. Nanti diaudit dulu," ujar Irma, Selasa (3/4).



Bila sesuai rencana, perusahaan itu akan menggunakan buku laporan keuangan Maret 2018 atau paling lambat Juni 2018 untuk memenuhi persyaratan IPO. Artinya, perusahaan startup itu setidaknya melantai di BEI pada semester II 2018.

"Saya optimis. Sekarang sedang dibina, sedang disiapkan. Ini juga sedang cari kondisi market yang bagus untuk startup," ucap Irma.

Menurut Irma, startup yang bergerak di bidang IoT itu sudah dinilai cukup baik dari segi tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG).

Sebelumnya, Irma sempat menyebut satu perusahaan yang akan IPO di bawah binaan inkubator BEI bergerak dalam sektor financial technology (fintech) lending. Namun, rencana itu gagal dilakukan tahun ini karena belum cukup mumpuni dari segi tata kelola perusahaan.

"ternyata membutuhkan waktu memang, karena perubahan pandangan dari pemilik dan persiapan terkait itu lebih sulit dibandingkan laporan keuangan," pungkas Irma.


Secara terpisah, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan ada dua startup yang siap IPO tahun ini. Menurutnya, aset kedua perusahaan itu masing-masing mencapai Rp5 miliar atau sesuai dengan aturan untuk tercatat di papan pengembangan.

"Mudah-mudahan tahun ini ada dua, jadi total ada empat startup di BEI," ujar Samsul.

Ia menambahkan, dua startup calon penghuni baru BEI itu telah meraup pendapatan tiap bulannya dan bergerak secara komersial. Untuk lebih mengembangkan usahanya, maka mereka memutuskan untuk mencari pendanaan di pasar modal.

(lav/bir)