Pertamina Selidiki Penyebab Pipa Balikpapan Bocor

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 04/04/2018 19:27 WIB
Pertamina Selidiki Penyebab Pipa Balikpapan Bocor PT Pertamina (Persero) mengakui tumpahan minyak yang terjadi di perairan Balikpapan merupakan kilang miliknya. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) mengakui tumpahan minyak yang terjadi di perairan Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (31/3) pagi merupakan kilang miliknya. Kebocoran berasal dari patahnya pipa penyalur minyak mentah dari Terminal Lawe-lawe di Penajam Paser Utara ke Kilang Balikpapan.

Manajer Komunisasi dan CSR Regional Kalimantan Pertamina Yudi Nugraha mengungkapkan satu dari dua pipa minyak mentah yang mengantarkan minyak ke kilang Balikpapan mengalami pergeseran sekitar 100 meter dari posisi awal di dasar Teluk Balikpapan. Pergeseran tersebut akibat kekuatan dari luar.

"Saat ini masih diselidiki kekuatan luarnya berupa apa," ujar Yudi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (4/4).



Yudi mengungkapkan, dengan diameter 20 inch dan ketebalan 12 milimeter, pipa minyak mentah bisa beroperasi lebih dari 40 tahun. Saat ini, umur pipa tersebut baru 20 tahun dan rutin mendapatkan pemeriksaan berkala.

Kerusakan pada pipa mengakibatkan aliran minyak ke kilang Balikpapan terganggu. Pasalnya, perseroan langsung menutup penyaluran minyak mentah dari pipa tersebut. Untuk mengatasinya, perusahaan menggantungkan pada pipa cadangan dan kapal tangker.

Perseroan masih menghitung total kerugian atas kejadian tersebut.

"Saya belum bisa memberikan angka (kerugian) karena saat ini masih dihitung," ujarnya.


Ditemui terpisah, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Djoko Siswanto mengungkapkan seluruh pipa yang berada di kawasan terdampak tengah diperiksa untuk mendapatkan gambaran lebih jelas terkait kerusakan yang terjadi. Proses pemeriksaan diperkirakan bakal memakan waktu dua minggu.

"Kami belum tahu penyebab kebocorannya, bisa karena besi berkarat, bisa karena terkena jangkar," ujar Djoko di Gedung DPR.

Selanjutnya, pemerintah bakal melakukan pemeriksaan terhadap operasional pipa. Aturannya, lanjut Djoko, pemeriksaan pipa dilakukan setiap lima tahun sekali.

"Benar tidak dilakukan pemeriksaan setiap lima tahun sekali," ujarnya.

(lav/bir)