"Inflasi April yang kami dengar, jauh lebih terkendali dari perkiraan. Kami perkirakan tadinya 0,2 persen, kelihatannya hanya 0,11 persen pada minggu pertama (April)," ujar Gubernur BI Agus D W Martowardojo di Gedung DPR, Rabu (11/4).
Menurut Agus, meski proyeksi inflasi April terbilang rendah, pemerintah dan BI terus memantau pergerakan inflasi dari sisi gejolak harga pangan (volatile foods). Pasalnya, ia melihat bahwa indikator ini memberikan sumbangan yang besar pada inflasi secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Inflasi Maret 2018 Capai 0,20% |
"Volatile foods yang kami dapatkan dari hasil survei yang memang perlu dikasih perhatian adalah harga bawang merah dan cabai merah," terang dia.
Sementara dari sisi inflasi harga yang diatur pemerintah (administered price), dilihatnya tak begitu banyak memberi sumbangan ke inflasi secara keseluruhan.
Agus optimistis tingkat inflasi bisa dijaga rendah dan stabil sesuai dengan target BI sebesar 3,5 persen plus minus satu persen.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi sebesar 0,2 persen pada Maret 2018. Pada bulan lalu, inflasi disumbang oleh kenaikan harga pada kelompok bahan makanan sebesar 0,14 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,26 persen.
Selain itu, inflasi juga disumbang oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,6 persen, kelompok sandang 0,36 persen, kelompok kesehatan 0,37 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,07 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,28 persen. (bir)