Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan bahwa proyeksi ini lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 5,01 persen (yoy).
"Artinya kalau secara tahunan dibandingkan tahun lalu, masih lebih baik. Jadi masih on track juga dengan proyeksi BI di 5,1-5,4 persen (target pertumbuhan ekonomi BI)," ujar Mirza di Gedung DPR, Selasa (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mirza, pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi yang terlihat cukup baik dalam tiga bulan pertama tahun ini.
Adapun kinerja neraca perdagangan yang tercatat defisit dalam dua bulan pertama tahun ini, menurut dia, tak serta merta membuat sumbangan ekspor terhadap pertumbuhan menurun.
"Itu menunjukkan aktivitas ekonomi bergerak, kan investasi butuh bahan baku juga, sedikit defisit (neraca perdagangan), tapi aktivitas ekonominya bergerak," terangnya.
Mirza pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin membaik di kuartal kedua tahun ini. Adapun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen. (agi)