Mengutip keterangan resmi Kementerian Keuangan, Senin (16/4), Sri Mulyani dianggap berhasil membawa perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik. Ia dinilai berhasil memanfaatkan kesempatan bertahan ketika Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya.
"Apresiasi ini tak lepas dari peran Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla atas kepemimpinan mereka yang selalu mendorong seluruh menteri untuk bekerja keras guna memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu juga sekaligus pengakuan dan apresiasi atas kerja keras pemerintah di bidang ekonomi, yang didukung oleh kerja sama yang baik antara Kementerian Keuangan dan pemangku kepentingan.
Menurut dia, jabatannya adalah abdi negara yang bertanggung jawab mengelola keuangan negara. Keuangan negara adalah alat untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia untuk masyarakat adil makmur dan negara yang beradab dan bermartabat.
FinanceAsia menilai Sri Mulyani telah menjaga stabilitas belanja negara yang terlihat dari defisit anggaran yang lebih rendah, yaitu 2,5 persen dibanding proyeksi semula sebesar 2,9 persen.
Tak hanya itu, pemerintah Indonesia juga dinilai berhasil menjaga stabiltias inflasi dan nilai tukar rupiah. Tahun lalu, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia juga tembus US$1 triliun untuk pertama kalinya dengan pertumbuhan ekonomi stabil di atas 5 persen. (bir)