Direktur Utama Wintermar Offshore Marine Sugiman Layanto menjelaskan saat ini sebenarnya tingkat utilisasi kapal sudah mencapai 70 persen. Namun, utilisasi kapal masih terbilang berfluktuatif sejak awal tahun hingga saat ini.
"Kuartal I 2018 sepertinya sudah sampai 70 persen, tapi masih naik turun karena kontrak kami beberapa sudah ada yang selesai," ucap Sugiman, Senin (16/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pendapatan kami kan utilisasi kapal dikali harga sewa, utilisasi memang meningkat tapi penawaran dan permintaan belum berimbang jadi harga sewa belum bisa naik," tutur Sugiman.
Maklum, perusahaan yang bergerak dalam pelayanan jasa kelautan lepas pantai ini sangat bergantung pada harga minyak dunia karena umumnya penyewaan kapal dilakukan oleh kontraktor minyak dan gas (migas).
"Harga sewa kalau bisa dibilang masih kurang dari wajarnya," imbuh Sugiman.
Lihat juga:SKK Migas: Ada 74 Cekungan Belum Terjamah |
Seperti diketahui, kenaikan harga minyak dunia tak lepas dari aksi militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Suriah pekan lalu.
Pada penutupan perdagangan Jumat (13/4), harga minyak mentah berjangka Brent naik 0,56 persen ke level US$72,58 per barel dan harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) naik 0,32 persen ke level US$67,39 per barel.
Lebih lanjut Sugiman mengatakan perusahaan tak berencana untuk menambah kapal baru tahun ini. Namun, perusahaan akan menjual beberapa kapal yang dinilai sudah cukup tua untuk beroperasi.
"Jumlah kapal ada 69 sekarang. Kapal tua mau dilepas karena kami mau memelihara kapal yang baru," tutup Sugiman.