Pebisnis Diminta Curi Peluang Investasi Kereta Api di Senegal

Lavinda, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 14:12 WIB
Pebisnis Diminta Curi Peluang Investasi Kereta Api di Senegal Lokomotif dan kereta produksi PT Industri Kereta Api (Persero). (Dok. Kementerian BUMN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaku industri kereta api Indonesia didesak segera mengambil peluang investasi dalam proyek perkeretaapian di Senegal, Afrika.

Duta Besar RI Dakar Mansyur Pangeran mengatakan saat ini Senegal sedang dalam proses menghidupkan kembali moda transportasi kereta api yang dulu pernah ada. Pasalnya, kereta api diyakini dapat meningkatkan efisiensi dan berkontribusi pada pendapatan negara.

Negara di wilayah Afrika Barat itu sedang mengembangkan dua jenis moda transportasi kereta api yaitu, kereta api cepat (Train Express Regional/TER) dan kereta api angkutan barang sepanjang 1500 kilometer (km).


Proyek kereta api angkutan barang sebagai hub logistik untuk mengangkut barang-barang hasil tambang, pertanian, makanan, dan memperlancar arus sirkulasi barang.

"Minat Senegal terhadap industri perkeretaapian Indonesia sangat tinggi. Indonesia perlu secara cepat mengambil peluang investasi ini sebelum diambil negara-negara lain," ujar Mansyur seperti dikutip dari Antara, Selasa (17/4).

Dalam perkembangannya, Indonesia menawarkan transfer teknologi untuk mendukung pelaksanaan proyek kereta api angkutan barang di Senegal.

Indonesia juga akan membantu dari sisi alat dan keterampilan yang diperlukan Senegal dalam bidang operasi dan pemeliharaan kereta api jenis angkutan barang.

Mansyur mengatakan pelatihan sumber daya manusia melalui transfer teknologi adalah prioritas untuk keberhasilan pelaksanaan proyek kereta api angkutan barang di Senegal.


Sebelumnya, Menteri Urusan Pengembangan Jaringan Perkeretaapian Nasional Senegal Ndene Sall bertemu dengan Presiden Direktur PT INKA (Persero) Budi Noviantoro, di Madiun beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan itu, Ndene Sall mengatakan Senegal berharap Indonesia dapat berkontribusi membantu meningkatkan tingkat pengetahuan dan keterampilan di sektor perkeretaapian, serta berbagai protokol yang diperlukan memulai operasi dan pemeliharaannya.

Budi Noviantoro mengatakan PT INKA akan memberikan program pelatihan pemeliharaan kereta kepada Senegal dengan biaya sepenuhnya dari PT. INKA.

Sebagai langkah awal, Senegal akan membeli 10 lokomotif kereta api melalui pihak ketiga yang diestimasikan tiba di Senegal pada awal 2019.

Ndene Sall menyampaikan pihaknya akan menyampaikan spesifikasi teknis terkait dengan ukuran rel dan kereta api sesuai spesifikasi diperlukan.

Sepanjang 533 km jalur kereta akan dibangun termasuk 470 km antara Tambacounda dan Diamniadio, di Senegal.


"Kami juga akan melakukan rehabilitasi terhadap stasiun dan bengkel kereta yang ada serta membangun dua stasiun kontrol kereta di This dan Tambacounda," ujarnya.

Proyek TER akan menghubungkan antara Dakar dan Diamniadio (kota industri baru di Senegal), dengan mobilitas lebih dari 100.000 penumpang per hari.

Ndene Sall mengaku pihaknya juga tertarik bekerja sama dengan PT WIKA untuk membangun jalan tol sepanjang 50 km per tahun dan 15.000 perumahan/apartemen yang saat ini baru terpenuhi sebanyak 6.000 unit.

Senegal memerlukan perluasan investasi dan kerja sama pembangunan infrastruktur yang dilakukan dengan RRT, Turki dan India.

(Antara/lav)