"Kalau dari laporan Direktorat Jenderal Bina Marga, perbaikannya sekitar 40 hingga 45 hari," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Auditorium Kementerian PUPR, Rabu (18/4).
Basuki menjelaskan pembangunan jembatan akan menggunakan kerangka beton baja. Namun, jika tak dapat dilakukan dalam waktu singkat, pemerintah akan menyiapkan kerangka jembatan bailey atau rangka baja ringan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basuki mengungkapkan hasil investigasi sementara menunjukkan ambruknya jembatan penghubung kota Lamongan-Tuban terjadi akibat kelebihan muatan. Kapasitas maksimal jembatan hanya sanggup dilewati beban 75 ton, tetapi beban yang melintas sekitar 120 ton.
Ia juga siap memberikan sanksi jika dalam investigasi ditemukan kelalaian dalam pembangunan konstruksi maupun pemeliharaan. Adapun selama ini, lanjut Basuki, pemeliharaan mencakup struktur atas dan struktur bawah jembatan. (agi/bir)