Analis Artha Sekuritas Frederik Rasali berpendapat pelaku pasar mulai fokus pada sentimen dari dalam negeri, berupa potensi penjualan otomotif dan laporan keuangan emiten kuartal I 2018.
"Diprediksi, IHSG meneruskan penguatan dengan sentimen dari hasil kuartal I 2018 yang rata-rata menguat," papar Frederik dalam risetnya, Jumat (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, gelaran acara Indonesia International Motor Show (IIMS) juga diproyeksi mendorong penjualan otomotif tahun ini.
"IHSG diprediksi menguat," imbuh Frederik.
Melihat berbagai sentimen positif dari dalam negeri, Frederik optimis IHSG hari ini dapat mencapai level 6.410 sebagai level resistance dan level support nya di sekitar 6.303.
Sementara, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menilai fundamental ekonomi dalam negeri masih cukup kuat untuk menopang laju IHSG.
Hanya saja, jika masih terjadi koreksi, maka pelaku pasar dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk melakukan akumulasi beli bagi investasi jangka panjang.
"IHSG berpotensi menguat. Pergerakan IHSG berada dalam rentang 6.171-6.389," terang dia.
IHSG pada perdagangan kemarin, Kamis (19/4), ditutup naik 0,56 persen ke level 6.355. Kali ini, pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp84,32 miliar.
Kondisi yang berbeda terlihat di bursa saham Wall Street tadi malam, di mana seluruh indeksnya berakhir di zona merah. Dow Jones turun 0,34 persen, S&P500 turun 0,57 persen, dan Nasdaq Composite turun 0,78 persen. (bir)