Kemendag Bidik Transaksi US$1,5 Miliar di Trade Expo 2018

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Sabtu, 21/04/2018 20:34 WIB
Kemendag Bidik Transaksi US$1,5 Miliar di Trade Expo 2018 Tahun lalu, transaksi gelaran Trade Expo Indonesia mencapai US$1,41 miliar. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan transaksi perdagangan sebesar US$1,5 miliar pada gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2018. Rencananya, pameran dagang berskala internasional ini berlangsung pada 24-28 Oktober 2018 di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE-BSD), Tangerang, Banten.

"Kegiatan promosi bagi satu produk atau satu industri adalah sesuatu yang harus dilakukan karena sebaik apapun produk yang dihasilkan dan semurah apapun harga yang ditawarkan tanpa ada promosi semua akan sia-sia," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada acara Peluncuran TEI ke-33 Tahun 2018 di Auditorium Utama Kemendag, Jumat (20/4).

Sebagai catatan, tahun lalu, nilai transaksi selama acara berlangsung mencapai US$1,41 miliar atau melampaui target yang dipatok US$1,1 miliar dan melejit 37,36 persen dari 2016 sebesar US$1,02 miliar.


Enggarsito menilai transaksi TEI tahun ini berpotensi lebih besar dibandingkan target yang dibidik, mengingat total kesepakatan dagang di Forum Indonesia-Afrika yang digelar selama dua hari saja (10-11 April 2018) mencapai US$1,09 miliar. Dari jumlah tersebut, US$502 juta di antaranya berasal dari pameran produk Indonesia.

Kemendag menargetkan jumlah peserta yang berpartisipasi dalam TEI 2018 bisa mencapai 1.100 peserta dan jumlah pengunjung mencapai 28 ribu pengunjung. Para peserta meliputi produsen, eksportir, serta pemasok produk dan jasa Indonesia yang ingin memperluas pasar melalui perdagangan dengan pembeli internasional yang akan hadir.


Sebanyak 300 produk dan jasa akan dipamerkan. Produk-produk tersebut akan dibagi ke dalam delapan zona, yaitu kuliner nusantara, produk kerajinan tangan dan gaya hidup, perabotan, produk dan layanan kreatif, produk manufaktur, produk industri strategis, produk makanan dan minuman, dan produk unggulan lokal.

"TEI adalah etalase produk-produk Indonesia. Untuk itu, produk-produk yang dipamerkan harus memiliki kualitas dan standar internasional," tutur Enggartiasto.

Enggartiasto optimistis gelaran TEI 2018 dapat berkontribusi positif pada upaya pencapaian ekspor Indonesia yang tahun ini ditargetkan meningkat 11 persen dibandingkan tahun lalu. Ia menargetkan pelaku usaha di Indonesia bisa bertransaksi dengan pembeli dari lebih dari 65 negara selama acara berlangsung.

Beberapa negara-negara yang berpotensi menjadi mitra dagang nontradisional selama acara berlangsung adalah negara-negara dari Afrika, Asia Selatan, Asia Tengah dan Timur Tengah.


Partisipasi pada World Expo Dubai

Selain menggelar TEI 2018, Enggartiasto juga mengumumkan partisipasi Indonesia di ajang World Expo 2020 Dubai. Pameran yang diikuti oleh berbagai negara di dunia ini merupakan ajang rutin yang digelar setiap lima tahun sekali.

Kegiatan ini diikuti sebagai salah satu upaya strategis Indonesia untuk mempromosikan sektor perdagangan, pariswisata dan investasi ke kawasan Timur Tengah maupun pasar internasional lainnya.

"Kami mengajak berbagai elemen masyarakat untuk turut mendukung keikutsertaan Indonesia dalam World Expo 2020 Dubai," terangnya.

World Expo 2020 Dubai akan diselenggarakan selama enam bulan, yaitu pada 20 Oktober 2020 - 10 April 2021 dengan mengangkat tema "Connecting Minds, Creating the Future". Pameran ini akan menjadi World Expo pertama yang diadakan di wilayah Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan (MEASA) dan menargetkan lebih dari 25 juta pengunjung selama acara berlangsung. (agi/bir)