Mendag: Produsen Wajib Alokasi 20 Persen Minyak Goreng Curah

SAH, CNN Indonesia | Kamis, 29/03/2018 12:25 WIB
Mendag: Produsen Wajib Alokasi 20 Persen Minyak Goreng Curah Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menetapkan aturan terkait alokasi produksi bagi produsen minyak goreng, sebanyak 20 persen untuk minyak goreng curah. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menetapkan aturan terkait alokasi produksi bagi produsen minyak goreng. Nantinya, sebanyak 20 persen dari total produksi harus dialokasikan untuk minyak goreng curah.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan aturan itu bertujuan untuk menjaga harga bahan pokok menjelang Bulan Ramadan dan Lebaran 2018.

"Dari sisi jumlah kami akan segera menetapkan semacam kewajiban bagi industri minyak goreng untuk memproduksi minyak goreng curah," ujar Enggar di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (28/3).



Pemerintah juga meminta minyak goreng dijual dalam bentuk kemasan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Minyak goreng tanpa kemasan akan dijual seharga Rp10.500 per liter dan Rp6.000 untuk per setengah liter. Harga tersebut berlaku untuk minyak goreng tanpa kemasan khusus yang dijual di pasar tradisional.

Kemudian, untuk minyak goreng dalam kemasan sederhana akan dijual di ritel modern dengan harga Rp11.000 per liter dan Rp6.000 per setengah liter.

"Pasar tradisional dan warung dengan menggunakan distributornya masuk dengan harga yang ditetapkan," terang Enggar.


Enggar bilang sebelumnya sempat terjadi kelangkaan minyak goreng di ritel modern. Ia bilang apabila ritel modern tidak menjual dengan harga tersebut pihaknya akan mengusutnya.

"Ini harus ada di ritel modern, kalau tidak ada akan kami usut. Karena dulu saling lempar tanggung jawab, dari pasar ritel moden bilang tidak dipasok tapi dari pabrik bilang tidak ada pesanan," tutur Enggar.

Enggar meyakini produksi minyak goreng cukup untuk kebutuhan puasa dan lebaran. Hal tersebut telah dikonfirmasi kepada Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga yang terdapat di ruangan tersebut. Harga minyak goreng juga dipastikan aman karena stok yang mencukupi terutama jelan puasa dan lebaran.

"Perkembangan harga minyak goreng tidak ada gejolak dan stabil dengan stok yang mencukupi," kata Sahat.

(lav/lav)