Ketua Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing menjelaskan beberapa perusahaan travel umrah yang terindikasi melakukan modus penipuan tersebut akan dipanggil pada Mei mendatang.
"Ada beberapa (perusahaan travel umrah) yang baru (terindikasi), kami satgas waspada investasi akan rapatkan pada Mei," ungkap Tongam, Jumat (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tongam mengungkapkan sedikitnya ada lima modus yang digunakan perusahaan travel umrah untuk menipu masyarakat. Kelima modus tersebut, yakni paket program promo di bawah harga pasar, jadwal keberangkatan yang tidak jelas, menggunakan skema ponzi, kemudahan pembayaran dengan mencicil, dan menggunakan dana talangan.
"Seharusnya, jamaah umrah kalau uang belum cukup maka tabunglah di bank, bukan di travel umrah," kata Tongam.
Menurutnya, mayoritas perusahaan jasa travel umrah yang terindikasi melakukan penipuan berada di Pulau Jawa. Modus penipuan sejenis sebelumnya dilakukan oleh First Travel dan Abu Tours.
Lebih lanjut, Tongam menyebut beberapa perusahaan travel umrah yang terindikasi melakukan penipuan masuk dalam daftar 15 perusahaan yang diduga melakukan investasi 'bodong'.
"Kebanyakan ini multi level marketing (MLM), jadi banyak sekali info yang masuk ke kami mengenai investasi ilegal dan akan secara rutin diproses," jelas dia. (agi/bir)