REKOMENDASI SAHAM

Rilis Kinerja Pekan Ini, Saham Adaro, BCA, BRI Layak Koleksi

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Senin, 23/04/2018 09:11 WIB
Rilis Kinerja Pekan Ini, Saham Adaro, BCA, BRI Layak Koleksi Pekan ini, Adaro Energi, BCA, dan BRI bakal merilis kinerja yang diramal lebih kinclong. Saham ketiganya pun dinilai sejumlah analis layak dikoleksi.(CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang rilis laporan keuangan, saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masuk dalam rekomendasi analis pekan ini.

Hal ini seiring kompaknya sejumlah analis memprediksi kinerja ketiga emiten yang masuk dalam indeks LQ45 kinclong pada kuartal pertama tahun ini.

Analis Lotus Andalan Sekuritas Krishna Setiawan menjelaskan kinerja positif Adaro Energy dilatarbelakangi oleh harga komoditas batu bara yang masih dalam tren positif hingga saat ini.


"Industri batu bara masih bagus, harganya masih naik," ucap Krishna kepada CNNIndonesia.com, Senin (23/4).

Masa keemasan batu bara dimulai kembali sejak tahun lalu, di mana harga komoditas tersebut menembus US$100 per metrik ton.


Saat ini, harga batu bara terlihat lebih berfluktuatif, tetapi tetap di atas US$50 per metrik ton atau tidak lebih rendah dari beberapa tahun sebelumnya yang hampir menyentuh US$50 per metrik ton. Untuk bulan ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) sebesar US$94,75 per metrik ton.

"Kalau melihat emiten batu bara yang sudah rilis duluan yaitu PT Bukit Asam Tbk (PTBA), harusnya emiten batu bara lain juga akan bagus," ungkap Krishna.

Mengutip laporan keuangan Bukit Asam kuartal I 2018, pendapatan perusahaan naik 26,43 persen menjadi Rp5,74 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,54 triliun. Alhasil, laba perusahaan berhasil menyentuh Rp1,45 triliun. Angka itu meroket 66,64 persen dari sebelumnya yang hanya Rp870,82 miliar.

Sependapat, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai pelaku pasar bisa melakukan akumulasi beli pada saham Adaro Energy pekan ini.

"Adaro Energy memiliki target harga di level Rp3.080 per saham," ucap Nafan.

Pada akhir pekan lalu, Jumat (20/4), harga Adaro Energy sudah merangkak 2,29 persen ke level Rp2.230 per saham. Bila mengacu pada posisi tersebut, maka harga saham perusahaan berpeluang naik 38,11 persen pekan ini.


Sementara, untuk dua emiten lainnya yang bergerak di sektor perbankan juga diproyeksi mencetak kinerja positif, mengikuti PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang sudah lebih dulu merilis laporan keuangannya.

"Kinerja keuangan BTN bisa dibilang mewakili kinerja emiten sektor perbankan lainnya, jadi BCA dan BRI pasti bagus," papar Krishna.

Berdasarkan laporan keuangan BTN, perusahaan pelat merah itu meraup laba bersih sebesar Rp684 miliar pada kuartal I 2018 atau naik 15,13 persen dari periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba bersih BRI ditopang oleh penyaluran kredit yang naik 19,34 persen menjadi Rp202,5 triliun.

Nafan menambahkan, untuk saham BCA sendiri secara teknikal saat ini menunjukan pola tren kenaikan. Makanya, momentum ini tepat bagi pelaku pasar yang berniat membeli saham BCA.

"Akumulasi dengan target harga secara bertahap mulai dari level Rp24.700 per saham, Rp25.600 per saham, hingga level Rp26.875 per saham sebagai target harga jangka panjang," kata Nafan. (agi/agi)