Pensiun dari Wika, Bintang Perbowo Jabat Bos Hutama Karya
Dinda Audriene Mutmainah | CNN Indonesia
Kamis, 26 Apr 2018 05:15 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Selepas pensiun dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Bintang Perbowo langsung menduduki kursi Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero).
Dalam keterangan resmi dari Kementerian BUMN, keputusan itu tercantum dalam Surat Keputusan (SK)-114/MBU/04/2018. Penyerahan SK dilakukan oleh Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Ahmad Bambang.
Momentum itu juga dihadiri oleh jajaran Dewan Komisaris, Dewan Direksi Hutama Karya, dan beberapa pejabat lainnya di Kementerian BUMN hari ini, Rabu (25/4).
Menteri BUMN Rini Soemarno menilai kinerja Wijaya Karya cukup baik karena terus melakukan ekspansi tak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Pada awal bulan ini saja, manajemen WIKA mengikuti Indonesia-Afrika Forum 2018 demi menjajaki hubungan kerja sama dengan sejumlah negara Afrika.
Hal itu menghasilkan beberapa kesepakatan, salah satunya proyek renovasi Istana Presiden Nigeria. Namun, pembangunan itu juga akan melibatkan pemerintah Nigeria dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Exim Bank.
"Hingga April 2018, pasar luar negeri berpotensi menyumbangkan kontrak baru bagi Wijaya Karya senilai Rp1,5 triliun yang di antaranya berasal dari Algeria, Myanmar, Malaysia, serta Filipina," ucap Bintang dalam keterangan resmi. (bir)
Dalam keterangan resmi dari Kementerian BUMN, keputusan itu tercantum dalam Surat Keputusan (SK)-114/MBU/04/2018. Penyerahan SK dilakukan oleh Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Ahmad Bambang.
Momentum itu juga dihadiri oleh jajaran Dewan Komisaris, Dewan Direksi Hutama Karya, dan beberapa pejabat lainnya di Kementerian BUMN hari ini, Rabu (25/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri BUMN Rini Soemarno menilai kinerja Wijaya Karya cukup baik karena terus melakukan ekspansi tak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Pada awal bulan ini saja, manajemen WIKA mengikuti Indonesia-Afrika Forum 2018 demi menjajaki hubungan kerja sama dengan sejumlah negara Afrika.
Hal itu menghasilkan beberapa kesepakatan, salah satunya proyek renovasi Istana Presiden Nigeria. Namun, pembangunan itu juga akan melibatkan pemerintah Nigeria dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Exim Bank.
Lihat juga:Dirut PTPP Hijrah Jadi Bos Baru Wijaya Karya |
"Hingga April 2018, pasar luar negeri berpotensi menyumbangkan kontrak baru bagi Wijaya Karya senilai Rp1,5 triliun yang di antaranya berasal dari Algeria, Myanmar, Malaysia, serta Filipina," ucap Bintang dalam keterangan resmi. (bir)