Gandeng Pupuk Indonesia, PTPN III Pangkas Biaya Produksi

NDY, CNN Indonesia | Jumat, 27/04/2018 11:59 WIB
Gandeng Pupuk Indonesia, PTPN III Pangkas Biaya Produksi Ilustrasi perkebunan sawit.(ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN 3 akan menggandeng PT Pupuk Indonesia (Persero) guna menyediakan pupuk bagi BUMN perkebunan tersebut besarta anak usahanya.

Direktur Utama PTPN 3 Dolly P Pulungan menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pupuk selama ini menghabiskan 40 persen anggaran perseroan untuk operasional. Untuk itu, ia pun berharap kerjasama antara perseroan dengan Pupuk Indonesia dapat mengefisiensikan biaya pupuk.

"Dengan sinergi ini harapannya terjadi efisiensi biaya pengadaan pupuk anak perusahaan. Maka ketepatan waktu pemupukan dapat terjamin dengan adanya kepastikan pasokan dari Pupuk Indonesia," ujar Dolly di Jakarta, Kamis (26/4).


Seiring efisiensi tersebut, ia menargetkan margin perseroan tahun depan dapat mencapai 40 persen, naik dua kali dibanding tahun ini sebesar 20 persen.


"Kalau margin tinggi, kita bisa mengembangkan bisnis replanting (penenaman kembali) dan akuisisi lahan, termasuk karet dan tebu," kata Dolly.

Nantinya, Pupuk Indonesia akan menyediakan 30 persen pupuk untuk 1,1 juta hektar milik PTPN. Jumlah tersebut ke depan, menurut Dolly jumlah tersebut bakal ditingkatkan.

"Sekarang 30 persen dulu, nanti di periode kedepan bisa bertambah," terang dia.


Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini M Soemarno mengaku pengembangan dan hasil BUMN perkebunan tumbuh sangat lambat. Salah satu hambatannya adalah terkait pasokan pupuk di dalam negeri.

"Ternyata suplai pupuk dari dalam negeri sendiri hanya 10-15 persen, pantas saja kebutuhan pupuk menjadi sulit dan itu menghambat perkembangan usaha perkebunan," terang dia.

Ia berharap setelah kerja sama dilakukan, PTPN 3 dapat meningkatkan produksi hasil perkebunannya. (agi/agi)