BUMN Angkat Dirut Hutama Karya Jadi Nakhoda Baru Waskita

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Jumat, 06/04/2018 18:35 WIB
BUMN Angkat Dirut Hutama Karya Jadi Nakhoda Baru Waskita Rapat Umum Pemegang Saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada Jumat (6/4), menghasilkan keputusan soal pergantian direksi. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengangkat I Gusti Ngurah Putra sebagai nakhoda baru pelat merah bidang infrastruktur tersebut untuk periode 2018-2022. Sebelumnya, Putra merupakan Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero).

Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ahmad Bambang menjelaskan Putra pernah menjadi salah satu direksi Waskita Karya.

"Kami butuh orang Waskita Karya yang di luar, yang sukses untuk kembali karena ada masalah manajemen, butuh moralitas," ungkap pria yang kerap disapa Abe, Jumat (6/4).



Selain Putra, perusahaan juga memutuskan untuk mengangkat Didit Oemar Prihadi sebagai Direktur Operasi I dan Haris Gunawan sebagai Direktur Keuangan. Keduanya juga pernah berkarir di Waskita Karya.

"Setelah ini harus lebih baik. Tidak ada ampun lagi," ucap Abe.

Secara terpisah, Mantan Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq menjabarkan perusahaan menempatkan Hadjar Seti Adji sebagai Direktur Human Capital Management, Bambang Rianto sebagai Direktur Operasi II, Fery Hendriyanto sebagai Direktur Operasi III, dan Wahyu Utama Putra sebagai Direktur Quality, Safety, Health, dan Environment.

"Ini semua asli dari BUMN semua," imbuh Choliq.


Sementara itu, Choliq mengakui pergantian direksi ini tak lepas dari kecelakaan kerja dan konstruksi yang marak terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Makanya, perusahaan memutuskan untuk membuat direksi baru di bidang Quality, Safety, Health, dan Environment.

"Agustus 2017-2018 ada delapan kali kecelakaan dari 16 kecelakaan yang terjadi di Indonesia, jadi ada direktur khusus untuk itu karena masalah ini ditangani secara khusus di tingkat direksinya," papar Choliq.

Selain merombak direksi, perusahaan juga membagikan dividen sebesar 20 persen atau sebesar Rp776,34 miliar dari total laba bersih perusahaan sepanjang tahun lalu.

(lav/lav)