"Wacana (perombakan) kayaknya sudah cukup lama. Jadi, selalu dihubungkan dengan konteks politik, isunya menjadi ke sana semua," ujarnya, Jumat (27/4).
Toh, menurut mantan Panglima TNI itu, perombakan direksi sejumlah perusahaan BUMN dilakukan untuk efisiensi unit usaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau larinya ke sana pasti karena perbaikan, regenerasi, dan sebagainya," terang Moeldoko.
Seperti diketahui, Kementerian BUMN baru saja merombak jajaran direksi PT Pertamina (Persero), mencakup Elia Massa Manik selaku Direktur Utama dan empat direksi lainnya.
Belum lama ini, Kementerian BUMN juga memutar posisi bos BUMN karya lainnya. Yaitu Bintang Perbowo yang diberhentikan sebagai Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero), namun ditunjuk untuk memimpin PT Hutama Karya (Persero).
Yang terbaru, beredar kabar Kementerian BUMN juga akan mengganti Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti dengan mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso.
Ketika CNNIndonesia.com mengkonfirmasi terkait hal itu, Deputi Bidang Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro tak mengakui hal tersebut. "Belum ada pergantian. Kalau ada pasti kami infokan ya," imbuhnya. (bir)