'Panah' Komisioner Baru KPPU Bidik Ekonomi Digital

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Kamis, 03/05/2018 09:21 WIB
'Panah' Komisioner Baru KPPU Bidik Ekonomi Digital Komisi Pengawas Persaingan Usaha menyatakan pihaknya akan memfokuskan pengawasannya ke dalam ekonomi digital. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Dinnie Melanis menuturkan dirinya bersama delapan komisioner lainnya akan fokus dalam ekonomi digital setelah dilantik Presiden Joko Widodo sore tadi di Istana Negara.

"Perkembangan ekonomi sekarang era digital jadi KPPU pasti harus ambil posisi di situ," ujar Dinnie di Istana Negara, Rabu (2/5).

Dinnie berkata ia dan jajarannya akan mempelajari jenis persaingan digital hingga ke tahap internasional terlebih dahulu, karena hal itu merupakan hal yang baru.



Hal ini sesuai dengan pernyataan Presiden Joko Widodo dalam setiap kesempatan yakni perubahan pasar dari offline menjadi daring.

"Masih kami diskusikan internal. (Persaingan digital) Tidak sama dengan pelanggaran usaha konvensional. Harus ada terobosan yang diformulasikan," ucapnya.

Selain diskusi, ia juga menyebut perlu banyak kajian sebelum membuat regulasi terkait persaingan digital. Dinnie tak menampik sudah menerima laporan terkait persaingan bisnis daring tapi ia enggan mendetailkannya.


Hal serupa disampaikan Komisioner Chandra Kurnia. Menurutnya, segala jenis pelaku usaha seharusnya tidak khawatir dengan keberadaan KPPU jika selama ini bersaing sehat dan menghindari kartel dan persekongkolan.

"Kami lebih senang, semua pelaku usaha betul-betul bersaing sehat dengan inovasi makan banyak pilihan kepada masyarakat," tutur Chandra.

Ekonomi Efisien

Serupa, Komisioner Kurnia Toha menuturkan KPPU periode 2018-2023 akan memastikan hadir sehingga perekonomian Indonesia efisien dan mampu bersaing global.

Demi merealisasikan itu, Kurnia bersama komisioner lainnya akan berembuk menentukan ketua dan wakil ketua KPPU dalam waktu dekat. (asa)