Menurut Sri Mulyani, tingkat pertumbuhan konsumsi rumah tangga berpeluang lebih kencang ditopang oleh pembagian tunjangan hari raya (THR), gaji pegawai negeri sipil (PNS) ke 13, dan momen Lebaran.
"Itu biasanya bisa memunculkan konsumsi rumah tangga, pertumbuhan konsumsi akan lebih positif," tutur Sri Mulyani, Senin (7/5).
Sementara itu, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal III akan didorong oleh gelaran Asian Games 2018. Seperti diketahui, acara itu akan berlangsung di dua wilayah, yakni Jakarta dan Palembang pada Agustus mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam hal ini, konsumsi rumah tangga menyumbang 56,8 persen terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I 2018 sebesar 5,06 persen. Sementara, indikator investasi menyumbang 2,54 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
Secara persentase, sumbangan investasi kepada pertumbuhan ekonomi naik dibandingkan dengan kuartal I 2017 yang hanya 1,53 persen. Hal ini disebabkan tingkat investasi tumbuh mencapai 7,95 persen pada tiga bulan pertama tahun ini.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2018 lebih tinggi dari periode yang sama pada 2017 yang hanya 5,01 persen. Namun, lebih rendah dari kuartal IV 2017 yang mencapai 5,19 persen.
Prediksi Ekonom
Ekonom memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II dapat mencapai 5,2 persen. Pencapaian tersebut diperoleh dari kegiatan konsumsi yang meningkat seiring hadirnya momentum hari raya Idul Fitri.
"Pada kuartal I faktor pendukung baik dari politik maupun nonpolitik lemah, kalau kuartal II dari kegiatan nonpolitik ada lebaran," kata Ekonom Bank BCA David Sumual.
David memprediksi pada kuartal II pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,2 persen. Hal itu dipicu pengaruh aktivitas politik yang mendorong konsumsi masyarakat dari kegiatan kampanye. Selain itu, aktivitas nonpolitik yang mendorong tingkat konsumsi yakni persiapan Asean Games, puasa dan Lebaran 2018.
Lihat juga:Ekonomi Kuartal I Diramal Tumbuh 5,1 Persen |
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan hal serupa terkait prediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II dapat mencapai 5,2 persen.
"Di kuartal II ada lebaran sehingga ada kenaikan secara maksimal dari permintaan dan konsumsi Rumah Tangga," kata Bhima.
Namun Bhima mengatakan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini akan sulit mencapai 5,4 persen.
"Agak terlalu berat karena pertama harus dilihat event-event besar punya keterbatasan wilayah, misalnya Asean Games terasa di Jakarta Palembang," kata Bhima
Ia menyarankan pemerintah harus menjaga tingkat inflasi tetap rendah, sehingga daya beli masyarakat tumbuh untuk meningkatkan komponen konsumsi saat Lebaran. Pemerintah harus mewaspadai hambatan konsumsi dari harga komoditas yang naik menjelang bulan Ramadan.
"Pemerintah harus ekstra hati-hati," ucapnya. (lav)