Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pemerintah optimistis lantaran konsumsi masyarakat akan bertumbuh jelang hari raya Idul Fitri, hingga helatan Asean Games Agustus mendatang. Konsumsi tentu bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi mengingat 56,8 persen dari Produk Domestik Bruto berasal dari pengeluaran rumah tangga.
"Jadi tidak (berubah), kami berharap target pertumbuhan ekonomi bisa sesuai dengan APBN," ujar Sri Mulyani di Istana Bogor, Senin (7/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan daya beli masyarakat kurang mampu dengan menambah anggaran dan penerima bantuan sosial. Di tahun ini, anggaran bantuan sosial yang masuk ke dalam pagu anggaran Kementerian Sosial dipatok Rp41,29 triliun atau melejit signifikan dari APBNP 2017 sebesar Rp17,31 triliun.
Selain itu, ia mengakui bahwa pertumbuhan konsumsi masih menahan pertumbuhan ekonomi di kuartal kemarin. Adapun, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan konsumsi sebesar 4,95 persen secara tahunan masih di bawah pertumbuhan ekonominya.
Untuk hal ini, ia menyebut pemerintah akan mengkaji datanya lebih lanjut. Sebab, pertumbuhan konsumsi ini dihitung berdasarkan data yang dihimpun BPS. Siapa tahu, lanjut Sri Mulyani, ada beberapa data konsumsi yang belum bisa ditangkap oleh BPS.
"Nanti kami akan lihat segmennya dari kelompok pendapatan dan jenis tipe seperti apa. Kalau orang mengatakan kelompok milenial, ya konsumsi mereka sudah ke arah experience. Pertanyaannya, apakah sudah tertangkap dalam statistik yang ada?" pungkas dia.
BPS melansir pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2018 tercatat 5,06 persen, di mana angka ini lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu 5,01 persen. Hanya saja, pertumbuhan ekonomi ini tidak lebih baik dibanding kuartal sebelumnya yakni 5,19 persen.
Menurut kalkulasi CNNIndonesia.com, PDB Indonesia setidaknya harus bertumbuh 5,51 persen selama tiga triwulan mendatang agar pertumbuhan ekonomi bisa sesuai dengan target APBN.
(agi)
BPS melansir pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2018 tercatat 5,06 persen, di mana angka ini lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu 5,01 persen. Hanya saja, pertumbuhan ekonomi ini tidak lebih baik dibanding kuartal sebelumnya yakni 5,19 persen.
Menurut kalkulasi CNNIndonesia.com, PDB Indonesia setidaknya harus bertumbuh 5,51 persen selama tiga triwulan mendatang agar pertumbuhan ekonomi bisa sesuai dengan target APBN.